INDUSTRY.co.id, Jakarta - Gelar Batik Nusantara (GBN) 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 7 hingga 11 Juni 2017 ini, merupakan pameran yang mendongkrak kearifan akan batik nusantara. Seperti yang sudah diketahui, UNESCO telah menetapkan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dari para leluhur.

Advertisement

Dalam pameran GBN 2017 ini, Kementerian Pariwisata memberikan tanggapan positif atas digelarnya GBN 2017 bahkan menginginkan akan dijadikan agenda tahunan.

"Batik sudah menjadi aset budaya kita, tetapi juga bagian dari aset pariwisata juga. Karena, pariwisata kan tujuannya memberi spending untuk meningkatkan penjualan dari produk lokal bangsa kita," ungkap Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, kepada Industry.co.id, Jakarta, Rabu (7/6/2017)

Advertisement

Suasana Pameran Gelar Batik Nusantara (GBN) 2017 di Jakarta Convention Center (Chodijah Febriyani/INDUSTRY.co.id)

Advertisement

Ia mengatakan, pas sekali kalau batik ini dipromosikan dengan serius dan menjadi bagian dari wisata belanja. Karena batik juga merupakan produk yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

"Batik juga sebagai jualan pariwisata juga dan kita harus membiasakan mencintai, mengkonsumsi dan menjadikan sebagai promosi di dalam pariwisata juga," sambungnya.

Advertisement

Kalau dari kemenpar, tambah Dia, mengharapkan bahwa daerah-daerah penghasil batik harus ikut serta dalam pameran-pameran, karena di daerah itulah yang menjadi perhatian khusus dan harus dipromosikan lebih.

"Misalnya, di Pekalongan mereka minim sekali destinasi wisatanya tetapi mereka terkenal akan batiknya, berarti Pekalongan berhasil mengangkat sebagai destinasi wisata kepada batiknya," pungkas Tazbir.

Mudah-mudahan, tiap ada pameran, daerah-daerah harus ikut serta dan GBN 2017 mudah-mudahan tahun depan bisa dipromosikan lebih baik lagi, tutup Tazbir.