INDUSTRY.co.id, Bandung - Para pengusaha menufaktur sering kali memilih kawasan Jawa Barat untuk mengoperasikan bisnis mereka. Pilihan itu karena Jawa Barat memang strategis dekat dengan Jakarta. Karena itulah, biaya mendirikan pabrik dalam kawasan industri di Jawa Barat terbilang mahal.

Namun, kini berdiri satu lagi kawasan industri terpadu di Jawa Barat yang telah mulai ditawarkan dengan harga cukup miring. Adalah Mandalapratama Permai Industrial City (MPIC), terletak di Kecamatan Sukatani, Purwakarta atau tepatnya di Km 91 Tol Cipularang, berada di tengah-tengah antara Jakarta dan Bandung.   

Pada soft launchingnya, di  Holiday Inn, Pasteur, Bandung, Rabu (7/6/2017) malam, Presiden Direktur MPIC Roestanto Wahidi Dirdjojuwono menawarkan kepada para anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat harga yang miring, Rp1.500.000 per meter persegi.   

"Harga itu kami tawarkan selama kami soft launching, hingga nanti ground breaking pada November nanti," ujar Roestanto kepada INDUSTRY.co.id.

Dia mengakui harga itu memang terbilang murah dibanding dengan kawasan industri di Bekasi, Cikarang, dan Karawang. Namun, secara bertahap harga itu pun akan menyesuaikan harga pasaran. Karena itu, Roestanto mengajak para investor yang akan membuka pabrik untuk melirik kota industri yang dikelolanya.

Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Dedy Widjaya, segera mengajak anggotanya untuk membuka bisnis di MPIC. Terlbih menurut dia lokasi MPIC sangat strategis di Jawa Barat.

Faktor lokasi memang sangat penting. Menurut Dedy Widjaya, lokasi MPIC di exit KM 91 Tol Cipularang sangatlah strategis.

"Menurut saya, luar biasa sekali ini lokasinya, sangat menguntungkan pengusaha," ujar Dedy.

"Saya mengajak semua pengusaha di Jawa Barat untuk masuk ke dalam kawasan. MPIC ini adalah hadiah untuk Apindo Jabar," tegas Dedy.

Dengan berada di kawasan industri, para pengusaha bisa meminimalisasi gangguan sosial, dan memperoleh banyak kemudahan karena segala perizinan akan ditangani pengelola kawasan.

Dedy mengakui, masih banyak pabrik di Jawa Barat, khususnya di Bandung yang tersebar di luar kawasan industri. Dengan menempati kawasan juga bisa menjadi solusi agar industri ini tidak boleh terpencar-pencar dan mudah dikontrol.

"Kalau di bandung masih banyak industri yang terpencar-pencar, jadi agak susah mengontrol buangan pabriknya. Dengan masuk ke dalam kawasan, akan banyak yang dimudahkan. Tidak perlu izin menggunakan tanah, izin tapak tanah, izin lalu lintas, karena semua sudah diurus pengelola kawasan," katanya.