Hadapi Thailand, Boaz dan Andik Harus Andalkan Kecepatan

Oleh : Herry Barus | Rabu, 14 Desember 2016 - 08:20 WIB

Boaz Solossa, Andik Vermansyah, dan Stefano Lilipaly
Boaz Solossa, Andik Vermansyah, dan Stefano Lilipaly

INDUSTRY.co.id -Pengamat sepakbola asal Padang, Sumatera Barat, Jhon Arwandi mengatakan Indonesia harus mengandalkan kecepatan pemain agar bisa menang melawan Thailand pada laga final piala AFF leg pertama, Rabu (14/12).

"Timnas Indonesia harus mengandalkan kecepatan pemain depannya yang mempunyai kecepatan dengan bola atau tanpa bola," katanya kepada Antara di Padang, Selasa (13/12).

Menurutnya, Alfred Riedl sudah tahu kelebihan dan kekurangan timnas Thailand karena pernah menghadapi tim asal negeri "Gajah Putih" itu pada babak penyisihan.

Pada babak penyisihan, tambah pelatih Bogor Raya ini, Indonesia kalah dengan skor 4-2. Hasil ini membuat Indonesia mempunyai motivasi yang tinggi untuk bisa menang.

"Dalam melakukan serangan Indonesia bisa mengandal sang kapten Boaz Solossa, yang didukung oleh Rizki Pora dan Andik Vermansyah di lini depan. Kedua pemain ini mempunyai kecepatan yang bisa menusuk dari segi sayap," ujar dosen Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang ini.

Jika dilihat dari level, sebutnya Thailand memang di atas Indonesia tetapi tim asuhan Kiatisuk Senamuang belum pasti bisa menang melawan Indonesia, karena di pertemuan pertama bermain di Indonesia.

Di final nanti, katanya Indonesia berusaha untuk memenangkan pertandingan sebab ini kali empat Indonesia masuk final Piala AFF pada 2000 dan 2010. Sedangkan Thailand fokus untuk mengejar gelar juara yang kelima pada sejarah sepakbolanya.

Salah seorang pendukung Timnas Indonesia Aprizal mengatakan punggawa Alfred Riedl ini butuh menang 1-0 pada pertemuan pertama, sebab Thailand harus mencari 2 gol di kandangnya sendiri.

"Alfred Riedl paham tentang tim yang ada di Asia khususnya Thailand. Semoga timnas bisa memberi yang terbaik untuk Indonesia," katanya. (Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Senin, 18 November 2019 - 14:05 WIB

Sampai Akhir Tahun 2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Aneka Tembuh USD 4,66 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan ekspor industri Aneka dalam negeri mampu mencapai 10 persen pada akhir tahun 2019.

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Senin, 18 November 2019 - 13:21 WIB

Aktifitas Bongkar Muat Alat Berat, Spareparts IPCC Melambat

Jakarta - Belum sepenuhnya pulih sektor pertambangan, perkebunan, maupun infrastruktur membuat permintaan berbagai alat berat masih cenderung stagnan. Bahkan masih menunjukan pelemahan. Kondisi…

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno

Senin, 18 November 2019 - 13:15 WIB

Tak Hanya Hancurkan Sektor IHT, Revisi PP 109/2012 Bakal Rugikan 2 Juta Tenaga Kerja

Industri Hasil Tembakau (IHT) nasional semakin terpuruk akibat usulan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk merevisi Peraturan Pemerintah 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung…

PT Intiland Development Tbk (DILD)

Senin, 18 November 2019 - 13:01 WIB

Intiland Gandeng Tokopedia Untuk Pemasaran Perumahan Talaga Bestari

Kerjasama ini sekaligus juga sebagai upaya mengantisipasi perubahan habit transaksi para konsumen di era digital serta sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat luas dalam memperoleh informasi…

Hypertherm announces successful raid of counterfeiting operation in Vietnam

Senin, 18 November 2019 - 12:35 WIB

Hypertherm announces successful raid of counterfeiting operation in Vietnam

Hypertherm announces successful raid of counterfeiting operation in Vietnam