Luar Biasa Dahsyat! Presiden Jokowi Sukses Bawa Komitmen Investasi UEA Senilai Rp466 Triliun

Oleh : Ridwan | Kamis, 04 November 2021 - 09:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Abu Dhabi - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meraih kepastian terkait 19 komitmen investasi dengan nilai mencapai 32,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp466 triliun dalam kunjungan ke Abu Dhabi.

Ke-19 komitmen investasi tersebut, menjadi pembahasan utama Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (3/11/2021) waktu setempat.

“Hari ini Presiden Republik Indonesia telah melakuklan pertemuan dengan Crown Prince Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Pertemuan kedua pemimpin berlangsung cukup lama, sekitar 2,5 jam,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno MArsudi, dalam keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden (4/11/2021).

Dalam pertemuan tersebut, jelas Menlu, kedua pihak membahas berbagi macam isu termasuk masalah keja sama di bidang energi terbarukan, pembangunan ibu kota baru, investasi, dan perdagangan.

Retno mengungkapkan, Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Abu Dhabi juga membahas kemajuan kerja sama investasi atara kedua negara.

“Selama kunjungan ini, terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai 32,7 miliar dolar AS dari 19 perjanjian kerja sama yang akan dipertukarkan besok di Dubai,” ujar Menlu Retno.

Adapun komitmen bisnis dan investasi dengan Abu Dhabi antara lain:

- Kerja sama antara INA dan Abu Dhabi Growth Fund

- INA dan DP World

- Floating solar antara Masdar dan Pertamina

- Refinery Balikpapan

- Manufacture dan distribusi vaksin dan bioproducts

- Dan berbagai kesepatan G42 dengan berbagai mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities, telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomik.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →