Studi: Makan Stroberi, Jeruk dan Paprika Dapat Mengurangi Risiko Penurunan Kognitif

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 25 September 2021 - 15:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Penurunan kognitif adalah tanda awal penyakit Alzheimer atau demensia dan dapat dideteksi dengan mengamati perilaku orang tersebut setiap hari. Beberapa tanda penurunan kognitif yang harus diperhatikan adalah melupakan tanggal janji, melupakan peristiwa baru-baru ini, mengalami kesulitan memahami tugas-tugas sederhana, memori berkabut, salah menempatkan hal-hal dan mengalami kesulitan dalam memperhatikan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, berikut adalah bagaimana beberapa buah seperti stroberi dan jeruk dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif.

Penelitian tersebut menyebutkan, orang yang makan makanan yang mencakup setidaknya setengah porsi per hari makanan tinggi flavonoid seperti stroberi, jeruk, paprika dan apel mungkin memiliki risiko penurunan kognitif 20 persen lebih rendah.

Flavonoid adalah senyawa alami yang ditemukan pada tanaman dan dianggap antioksidan kuat. Diperkirakan bahwa memiliki terlalu sedikit antioksidan dapat berperan dalam penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari laman Times of India, studi ini mengamati 49.493 wanita dengan usia rata-rata 48 dan 27.842 pria dengan usia rata-rata 51 tahun pada awal penelitian. Fungsi otak memang akan menurun ketika seseorang mulai menginjak usia 20 atau 30 tahunan. Akan tetapi, banyak yang tidak sadar bahwa sebetulnya dapat sangat menurun ketika usia 70 tahun.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, menunjukkan bahwa flavon ditemukan dalam beberapa rempah-rempah dan buah-buahan dan sayuran kuning atau oranye memiliki kualitas perlindungan terkuat dan dikaitkan dengan penurunan 38 persen dalam risiko penurunan kognitif. Artinya setara dengan tiga hingga empat tahun lebih muda usianya.

Penelitan menyebutkan, kandungan pada paprika memiliki sekitar 5 magnesium flavon per porsi 100 gram. Sementara, kandungan Anthocyanin yang ditemukan dalam blueberry, blackberry dan ceri, dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif sebesar 24 persen. Blueberry memiliki sekitar 164 magnesium anthocyanin per porsi 100 gram. 

"Diet berwarna-warni yang kaya flavonoid dan khususnya flavon dan anthocyanin tampaknya menjadi alasan yang baik untuk kesehatan otak jangka panjang. Hasilnya, kami menarik kesimpulan bahwa perubahan sederhana pada diet dapat membantu mencegah penurunan kognitif," kata Walter Willett, dari Harvard University di Boston, Amerika Serikat.

"Orang-orang dalam penelitian kami juga makan rata-rata setidaknya menghabiskan setengah porsi per hari makanan seperti jus jeruk, jeruk, paprika, seledri, grapefruits, jus jeruk bali, apel dan pir," tambah Willett.

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →