Optimisme Bumi Serpong Damai Jajaki Bisnis Data Center

Oleh : kormen barus | Selasa, 07 September 2021 - 16:34 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dan anggota kelompok properti terkemuka Sinar Mas Land  menjajaki bisnis baru, yakni pengembangan data center. Saat  ini tengah berbicara dengan beberapa mitra strategis.

Seperti yang dikemukakan Corporate Secretary PT Bumi Serpong Damai Tbk Christy Grassela dalam konferensi pers Pubex Live 2021, Selasa (7/9/2021) bahwa bisnis data centersaat ini cukup populer di Indonesia pasca-disahkannya beberapa peraturan.
Hanya saja pengembangannya, kata dia, membutuhkan lahan tidak sedikit. Hal ini menjadi peluang Bumi Serpong Damai untuk masuk ke bisnis tersebut.

"Bumi Serpong Damai memiliki total landbank sekitar 4.300 hektare (ha) dan sekitar 2.300 ha berada di BSD City sehingga ini memberikan peluang bagi investor untuk bisa berinvestasi data center dengan Bumi Serpong Damai," jelas Christy.

Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Fransiscus Xaverius Ridwan Darmali mengungkapkan, pengembangan bisnis data center membutuhkan investasi besar. Selain itu, pengoperasiannya sangat khusus karena melibatkan perangkat digital. "Sehingga kami akan berbicara dengan mitra strategis untuk melihat segala kemungkinan," kata dia.

Sementara Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya, sejauh ini Bumi Serpong Damai masih konsisten pada bisnis properti. Namun perseroan melakukan diversifikasi portofolio di berbagai segmen bisnis seperti ritel, komersial, dan residensial. Perseroan juga tidak hanya mengandalkan penjualan unit, tetapi segmen pendapatan berulang (recurring income).

Dari sisi wilayah, proyek Bumi Serpong Damai tersebar di sembilan kota besar Indonesia yakni Palembang, Medan, Balikpapan, Samarinda, Manado, Jabodetabek, Semarang, Surabaya dan Makassar. Sementara dari sisi produk, Bumi Serpong Damai memiliki produk township atau perkotaan di BSD City, Grand Wisata dan Kota Wisata. “Untuk memperkuat portofolio perkotaan, kami akan mengembangkan lahan di Palembang, Manado dan Makassar," jelas Hermawan.

Selain township, Bumi Serpong Damai juga memiliki produk residensial, komersial, manajemen aset seperti perkantoran dan ITC, serta ritel dan hospitality. Dalam mengembangkan proyek itu, Bumi Serpong Damai juga memperhatikan infrastruktur pendukung kawasan, terutama akses dan fasilitas komuter.

Saat ini, perseroan sedang membangun jalan tol Serpong - Balaraja yang sebagian ruasnya melintas di dalam area BSD City. Bumi Serpong Damai juga tengah mempersiapkan jalan tol Serpong - Bogor (belum tender) dari Serpong ke bagian Selatan Jakarta. "Faktor lokasi dan konektivitas yang unggul menjadi pertimbangan beberapa perusahaan besar untuk berkantor dan beraktivitas di kawasan BSD City seperti Unilever, Traveloka, MyRepublic, Monash Academy, Apple Academy dan lainnya," kata Hermawan.

Untuk mendukung pengembangan proyek tersebut, perseroan memiliki posisi kas dan setara kas senilai Rp 7,64 triliun serta aset Rp 59,06 triliun. Kondisi keuangan itu memberikan ruang dan pilihan dalam penggalangan modal jika dibutuhkan dan jaminan ketersediaan modal atas penyelesaian atas proyek-proyek yang akan dikerjakan.

Adapun hingga semester I 2021, Bumi Serpong Damai membukukan pra penjualan Rp 4,5 triliun. Nilai ini setara 65% dari target yang ditetapkan di awal tahun sebesar Rp 7 triliun. Sementara pendapatan usaha pada periode yang sama bertumbuh 39,2% menjadi Rp 3,25 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,34 triliun.

Meningkatnya pendapatan ini berimbas pada laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 680 miliar atau naik dibandingkan periode tahun lalu yang merugi Rp 192,68 miliar.