Belanja Modal, Pan Brothers Alokasikan Anggaran Capai Rp 72 Miliar

Oleh : Ridwan | Sabtu, 21 Agustus 2021 - 10:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT. Pan Brothers Tbk. (PBRX) mengalokasikan 5 juta dolar AS atau Rp72 miliar (Rp14.400) pada tahun ini untuk belanja modal. Perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal tersebut hampir sama dengan tahun lalu.

Manajemen PBRX  menyatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perawatan atau maintenance.

"Sepanjang tahun 2020 dan 2021, PBRX mengkonsentrasikan diri menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalilasi dan upskilling seluruh lini personal yang ada," kata Direktur PBRX Fitri Ratnasari Hartono usai Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta (20/8/2021).

Sepanjang kuartal I 2021, perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 4 persen menjadi 126,2 juta dolar AS dibandingkan dengan kuartal I 2020.

Meski tengah digugat pailit dan menghadapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi dan pengurangan trade line yang signifikan, manajemen mengklaim kegiatan operasional tetap berjalan. 

PBRX memiliki kapasitas terpasang untuk garment sebesar 117 juta buah per tahun. Adapun manajemen telah meminta izin kepada pemegang saham untuk menambah lini bisnis. Perseroan akan merambah lini bisnis produksi alat pelindung diri seperti masker dan hazmat.

Selain itu, dalam RUPS para pemegang saham juga menyepakati untuk mengangkat Benny Soetrisno sebagai komisaris utama perseroan yang baru.

Susunan Dewan Komisaris PBRX menjadi:

1. Benny Soetrisno sebagai Komisaris Utama yang juga Komisaris Independen;
2. Supandi Widi Siswanto sebagai Wakil Komisaris Utama, Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit,
3. Dhanny Cahyadi sebagai Komisaris.

Susunan Direksi PBRX:

1. Ludijanto Setijo sebagai Direktur Utama;
2. Anne Patricia Sutanto sebagai Wakil Direktur Utama;
3. Fitri Ratnasari Hartono sebagai Direktur;
4. Jean Pierre Seveke sebagai Direktur.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →