Meski Tak Lagi Ditanggung Pemerintah, Petani Food Estate Harus Tetap Berjalan

Oleh : Nata Kesuma | Sabtu, 27 Maret 2021 - 17:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota komisi IV DPR RI Renny Astuti menyampaikan, saat ini para petani di kawasan food estate ini masih dibiayai oleh pemerintah.

Namun, nantinya akan ada kesepakatan dengan pihak swasta dan perbankan untuk membantu pembiayaan bagi para petani di food estate, sehingga tidak lagi ditanggung pemerintah.

"Penjelasan Dirjen Hortikultura tadi, kami medengarkan bahwa untuk sementara ini memang mereka masih menggunakan semua dana dari pemerintah. Tapi kedepannya nanti akan ada MoU atau kesepakatan dengan pihak swasta. Nantinya pembiayaan juga akan dibantu oleh swasta dan perbankan,” tutur Renny melalui keterngan yang diterima INDUSTRY.co.id pada Sabtu (27/3/2021).

Setelah 2 sampai dengan 3 tahun, lanjut Renny, pemerintah membebaskan para petani untuk dapat bekerja sama dengan pihak swasta langsung.

Saat ini diketahui sudah ada beberapa kesepakatan dengan 3 bank swasta, sehingga para petani dapat memanfaatkan modal tersebut dengan terukur dan tentunya dengan bunga yang sangat ringan.

Diketahui, saat ini pemerintah telah membekali para petani dengan peralatan yang cukup memadai seperti buldoser dan traktor.

Kemudian pemerintah juga menyiapkan sarana penyimpanan, pupuk juga bibit yang cukup memadai dari pemerintah khususnya dari kementerian pertanian,  untuk tahap pertama ini seutuhnya dibantu (dibiayai) pemerintah. 

Selain itu pemerintah juga menyiapkan tempat penyimpanan serta pupuk dan bibit.

“Jadi masyarakat hanya tinggal mengerjakan saja, seperti itu,” ucapnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini berharap, setelah bantuan pemerintah ini diberhentikan, para petani dapat terus mengembangkan dan memanfaatkan lahan pertaniannya semaksimal mungkin.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →