Ekonom Ini Minta Masyarakat Tak Tergiur DP 0%: Awas, Ini Hanya Ringan Diawal, Cicilannya Tetap Bikin Puyeng

Oleh : Ridwan | Sabtu, 20 Februari 2021 - 16:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengingatkan seluruh masyarakat bahwa uang muka (down payment/DP) 0 Persen untuk kendaraan bermotor maupun properti hanya meringankan di awal saja.

"Memang kalau DP-nya 0 persen di awal ringan, tapi kan cicilan per bulan sebenarnya jadi berat," ujar Bhima di Jakarta, kemarin.

Ia menilai kebijakan tersebut hanya mengkondisikan terhadap konsumen di kelas menengah untuk meningkatkan daya beli.

"Kondisinya para konsumen yang mau beli mobil, khususnya kelas menengah, daya belinya sedang tertekan," jelasnya.

Alangkah baiknya, lanjut Bhima, pemerintah mendorong dana perlindungan sosial dibandingkan program DP 0 persen.

"Sebaiknya pemerintah memperbesar dulu dana perlindungan sosial dan tangani pandemi dengan baik, baru daya beli naik, otomatis masyarakat beli kendaraan baru. Masalahnya kan ada di sisi daya beli masyarakat," terang Bhima.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) resmi mengelurakan aturan pelonggaran 0% uang muka semua jenis kendaraan bermotor itu untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif yang berlaku pada awal Maret 2021.

Meski begitu penerapan kredit Nol persen harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.
"Dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen resiko berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan tiga 31 Desember 2021," Kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Perry menegaskan, dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Februari 2021 ini juga memutuskan untuk menurunkan BI Seven Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen, suku bunga deposit facility juga turun 25 basis poin menjadi sebesar 2,75%. Demikian juga suku bunga lending facility turun 25 basis poin menjadi 4,25%.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →