Pemegang Saham Pan Brothers Setujui Penerbitan Obligasi Global USD350 Juta

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 26 Januari 2021 - 22:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Para pemegang saham PT Pan Brothers Tbk (PBRX) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (26/01/2021), menyetujui penerbitan obligasi global bernilai maksimum USD350 juta. Obligasi yang akan jatuh tempo pada 2026 tersebut akan dicatat di Bursa Efek Singapura (Singapore Stock Exchange/SSX).

“Obligasi ini dijamin oleh perseroan beserta anak-anak usahanya. Dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk pelunasan utang perseroan dan anak usahanya bernilai total USD171,08 juta yang akan jatuh tempo pada Januari 2022,” papar Iswardeni, Corporate Secretary PBRX, usai acara RUPSLB di Graha CIMB Jakarta.

Deni juga mengungkapkan, dana hasil penerbitan obligasi global tersebut juga akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang sindikasi sebesar USD138,50 juta. Adapun sisanya sekitarUSD40 juta akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Sementara itu, Ludjianto Setijo, Direktur Utama PBRX, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Senin (15/01/2021), mengemukakan, penerbitan obligasi global ini akan tunduk pada Rule 144A dan Regulation S.U.S Securities Act 1933.

PBRX adalah produsen garmen yang melayani jasa pembuatan busana dari berbagai merek terkemuka, yaitu Uniqlo, Ralph Lauren dan Macy’s. Perseroan sebelumnya telah memperoleh standstill agreement atau perjanjian penundaan pembayaran utang USD138,5 juta dari sejumlah bank setelah bernegosiasi selama beberapa bulan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →