Kabar Gembira! Indonesia Bakal Kebanjiran Investasi dari AS, Asal....

Oleh : Ridwan | Rabu, 04 November 2020 - 12:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 sudah dimulai, Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Calon presiden (Capres) Donald Trump dan Joe Biden memiliki harapan dan keyakinan menang besar.

Pilpres AS dinilai sangat mempengaruhi kondisi perekonomian dunia terlabih Indonesia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, Biden lebih berpengalaman menjalin hubungan multilateral yang produktif pada era Obama. Jika Biden terpilih diperkirakan tensi perang dagang akan menurun.

"Di sisi lain kebijakan stimulus ekonomi di partai Demokrat akan lebih besar untuk mendorong pemulihan daya beli kelas menengah di AS," kata Bhima saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Terkait dengan dampak ke pasar keuangan, Biden akan memberikan angin segar ke arus modal asing jika terpilih. Investor AS yang selama ini bermain aman dengan membeli emas, dolar AS dan Yen atau safe haven mulai berani masuk ke emerging market.

Salah satu yang akan diincar pastinya obligasi pemerintah Indonesia karena menawarkan bunga yang tinggi kepada investor.

"Dari segi FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi asing langsung AS diprediksi semakin masuk ke Indonesia jika normalisasi hubungan dagang berhasil," tuturnya.

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Rifky menilai, sejauh ini dampak langsung dari pemlihan presiden AS terhadap perekonomian AS masih sulit dilihat.

"Kalau dilihat secara fundamental masih agak sulit mengukur dampak dari pemilu AS kali ini terutama terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya dikutip Kompas.com Rabu (4/11/2020).

Kendati demikian, Teuku meyakini, apabila nantinya Donald Trump kembali terpilih, perekonomian secara global akan kembali dihadapkan kepada ketidakpastian kebijakan dari Negeri Paman Sam.

"Kita sudah melihat bagaimana Trump di masa pertama kepemimpinannya di mana penuh kontroversi dan ketidakpastian," ujarnya.

Menurutnya, Biden memiliki potensi yang lebih besar untuk memberikan sentimen positif terhadap perekonomian global ke depan, termasuk Indonesia.

Pasalnya, Biden disebut tidak akan memberikan ketidakpastian layaknya Trump lakukan dalam periode kepemimpinannya.

Teuku menilai, Biden akan meregangkan kebijakan proteksionis yang selama ini dilaksanakan Trump, dengan cara meredam tensi geopolitik dengan berbagai negara maupun organisasi internasional.

"Tentunya ini semua tidak pasti," kata dia.

Namun, Teuku meyakini dengan proyeksi-proyeksi kebijakan yang akan dikeluarkan Biden, perekonomian ke depan diyakini menjadi lebih baik.

"Biden dirasa akan lebih membawa kestabilan dan menurunkan ketidakpastian di pasar global akibat dampak pengaruh politik AS yang besar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia," ucapnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →