BP Batam Optimis Pengembangan Bandar Udara Hang Nadim Berjalan Dengan Skema KPBU

Oleh : Ridwan | Kamis, 27 April 2017 - 16:43 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, BP Batam kerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia dan KBRI Tokyo untuk melakukan market sounding di Tokyo.

Turut ikut dalam rombongan General Manager Bandar Udara Hang Nadim, Batam, Dendi Gustinandar, Kepala seksi Media promosi, Ariastuty Sirait, sejumlah delegasi dan 100 peserta lainnya.

Anggota Deputi Bidang Sarana Usaha, Eko Santoso Budianto dalam presentasinya menjelaskan kepada lebih dari 100 peserta mengenai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Bandar Udara Hang Nadim.

"Program pengembangan Bandar Udara Internasional Hang Nadim dengan nilai investasi USD 448 juta ini rencananya akan dimulai pada bulan Juni 2017," ungkap Eko Santoso di Jakarta (27/4/2017).

Eko menambahkan, beberapa negara yang sudah tertarik untuk ikut dalam KPBU Hang Nadim adalah Korea Selatan, India, Perancis, dan Jepang.

Dalam kesempatan itu, BP batam juga melakukan pertemuan one-on-one meeting dengan beberapa perusahaan Jepang yang tertarik dalam rencana pengembangan Hang Nadim seperti, Deloitte Fibetech, Nippon Koei dam Matsui. Bahkan, Mitsui sudah menyatakan minatnya untuk ikut dalam proses tender Internasional Hang Nadim bulan Juni ini.

"Mitsui juga sangat tertarik untuk mengikuti proses tender proyek kita lainnya seperti, pengembangan pelabuhan Batu Ampar," terang Eko.

Selain acara Market Sounding, seluruh delegasi juga mengadakan pertemuan dengan Manajemen Haneda Airport Management, Perusahaan Listrik PLTU J Power dan Japan Bank for International Cooperation.

"BP Batam sangat optimis bahwa pengembangan Bandara Internasional yang mempunyai landas pacu terpanjang di Dunia ini dapat berjalan dengan skema KPBU," tutup Eko.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →