Hari ini, IHSG Diperkirakan Tembus Level 5.650

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 20 April 2017 - 10:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (20/04/2017) ini diperkirakan akan terus melanjutkan kenaikan hingga menembus level 5.650 setelah mampu kembali berada di atas level 5.600 pada perdagangan Selasa (18/04/2017).

“Kenaikan IHSG hari ini tampaknya akan ditopang oleh aksi beli sebagian pelaku pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua setelah IHSG mampu berada kembali di atas level 5.600,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia di Jakarta, Kamis (20/04/2017).

Yuganur mengemukakan, jika momentum positif dapat terus berlanjut, maka IHSG dapat dengan mudah mencapai titik resistensi berikutnya di level 5.650 dan 5.700 sekaligus mencetak titik tertinggi baru,” papar Yuganur.

Yuganur juga mengungkapkan, adanya potensi IHSG untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

BMRI, TLKM dan PWON secara teknikal sedang mengalami perbaikan harga untuk jangka pendek dan menengah. BMRI layak dikoleksi karena saham bank berstatus BUMN ini memiliki proyeksi kinerja 2017 yang cukup meyakinkan. Karena itu, harga BMRI berpotensi mencapai Rp12.150-12.500 per unit.

TLKM dan PWON juga dapat dibeli karena harga kedua saham tersebut berpeluang untuk melanjutkan kenaikan harga berikutnya setelah mengalami perbaikan harga. Harga TLKM dan PWON diprediksi dapat mencapai Rp4.200-4.400 per unit dan Rp620-650 per unit.

Sementara itu, kondisi harga komoditas global yang masih berada di level terendah dalam 10 tahun terakhir ini serta valuasi sektor pertambangan yang sudah cukup murah membuat BUMI menjadi menarik untuk akumulasi. Harga saham produsen batu bara milik Grup Bakrie ini diperkirakan bakal menyentuh level Rp420-440 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →