Hebat! Pertamina Bikin Industri Galangan Kapal Dalam Negeri Dapat Cuan Berlimpah

Oleh : Ridwan | Selasa, 14 Juli 2020 - 16:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pertamina melakukan Penandatanganan Perjanjian Potensi Kerjasama dengan Perusahaan Galangan Kapal Nasional BUMN yang tergabung dalam KIM (Klaster Industri Manufaktur), dalam rangka pembangunan dan pemeliharaan atau perawatan kapal milik Pertamina.

Ketua Klaster Industri Manufaktur yang juga sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Fajar Harry Sampurno menyampaikan bahwa ada 17 galangan kapal (shipyard) yang bisa digunakan jika kapal-kapal milik Pertamina membutuhkan jasa perawatan atau perbaikan.

"Nah sekarang dengan 17 shipyard, ini kita harapkan juga nanti di Sorong. Jadi semua 17 shipyard dari Sabang sampai dengan Sorong bisa melayani untuk Pertamina dan tentunya untuk BUMN lain," kata Fajar, Selasa (14/7/2020).

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan Pertamina senantiasa memperhatikan TKDN dalam setiap pengelolaan bisnis dan proyeknya.

"Dalam lima tahun ke depan. Inilah yang bisa dijadikan langkah awal untuk pengembangan galangan kapal dalam negeri sehingga bisa memperkuat bisnis dalam negeri," ujar Nicke.

Nicke menuturkan kerjasama dengan BUMN Perkapalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas Pertamina melalui ketepatan dan percepatan dalam penanganan pemeliharaan, perbaikan dan penggantian komponen kapal serta fasilitas pendukung lainnya.

“Nantinya akan lebih fleksibel sehingga bisa melakukan docking di lokasi terdekat. Hal ini juga akan menjadikan perawatan dan pemeliharaan kapal Pertamina lebih efisien,” imbuh Nicke.

Nicke menambahkan, Pertamina berkomitmen untuk mengawal TKDN sejak tahap perencanaan sampai monitoring dan implementasinya di seluruh subholding.

“Sejak awal desainnya juga sudah mengakomodir tingkat TKDN, dengan melibatkan kerja sama Kemenperin dan BKPM,” pungkas Nicke.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →