Rugi Rp5,2 Triliun, Levis Terpaksa PHK Ratusan Karyawan

Oleh : Ridwan | Kamis, 09 Juli 2020 - 07:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bisnis produsen pakaian ternama merek jeans denim, Levi Strauss & Co kini tengah mengalami krisis akibat pandemi Covid-19. Penjualan perseroan pada kuartal II-2020 (April-Juni) anjlok hingga 62 persen.

Dikutip dari CNBC, Rabu (8/7/2020), penurunan penjualan tersebut membuat Levi's rugi 364 juta dolar AS. Jumlah tersebut setara Rp5,2 triliun.

Pengumumkan laporan keuangan tersebut beriringan dengan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 15 persen dari total pekerja Levi's di seluruh dunia. Dengan begitu, sekitar 700 karyawan terdampak PHK.

CEO Levi's, Chip Bergh mengatakan, PHK itu dilakukan untuk mengurangi tekanan keuangan selama pandemi. PHK tersebut diperkirakan menghemat biaya 100 juta dolar AS per tahun.

Bergh menilai, penjualan online sebenarnya meningkat di tengah pandemi. Namun, kenaikannya belum mampu menutupi penurunan offline setelah toko-toko tutup selama 10 minggu.

"Meskipun kami mulai melihat ada sedikit harapan, namun kami harus terus berhati-hati. Perusahaan masih was-was dengan kemungkinan adanya gelombang kedua pandemi corona ini," ujarnya.

Bergh menyebut, hingga saat ini sekitar 90 persen dari toko Levi's di seluruh dunia telah dibuka. Namun, dia pesimistis penjualan bisa menyamai capaian tahun lalu. Dia juga tak yakin pemulihan ekonomi bisa berlangsung cepat.

Dalam laporan keuangan kuartal II-2020, Levi's, perusahaan yang berbasis di San Fransisco itu mencatat pendapatan 498 juta dolar AS, anjlok 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,31 miliar dolar AS.

Penurunan penjualan terjadi secara merata di seluruh wilayah. Di AS, penjualan Levi's turun 59 persen. Lalu di Eropa anjlok 68 persen dan di Asia terkontraksi 61 persen.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →