2017, Astra Graphia Alokasikan Belanja Modal Rp500 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 12 April 2017 - 08:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idJakarta – Manajemen PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menganggarkan belanja barang modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp500 miliar untuk tahun ini. Sekitar 81% dari total capex 2017 tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan usaha penyewaan mesin dan sisanya untuk memperkuat bisnis perdagangan elektronik (e-commerce).

“Kami akan mengembangkan e-commerce barang dan jasa untuk perkantoran melalui anak usaha PT Astragraphia Xprins Indonesia. Disamping itu, kami juga akan menjalankan bisnis jasa tekonologi informasi dan jasa keamanan dengan merek dagang My Tra. Kedua bisnis tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada tahun ini juga,” ujar Wanny Wijaya, Direktur Keuangan ASGR, dalam acara paparan publik di Jakarta Pusat, Selasa (11/04/2017).

Wanny mengungkapkan, jasa teknologi informasi dan jasa keamanan dapat digunakan oleh berbagai perusahaan yang membutuhkannya. Itu sesuai dengan permintaan para pelanggan yang berbasis B2B (Business to Business). Untuk realisasinya, manajemen ASGR akan mulai menawarkan kedua bisnis jasa tersebut kepada para pelanggannya yang sudah ada saat ini.

Astra Graphia sebelumnya meluncurkan fasilitas berbelanja online, yaitu B2C market place, Ofiskita. Com, B2B e-commerce dan AXIQoe. com. Bisnis e-commerce yang baru itu ditargetkan dapat membukukan pendapatan Rp150 miliar atau memberikan kontribusi sekitar 5% dari proyeksi total pendapatan tahun ini yang mencapai Rp3 triliun.

Adapun pendapatan dari bisnis solusi dokumen ditargetkan Rp 1,65 triliun atau 55% dari total proyeksi pendapatan 2017. Disamping itu, perseroan pada tahun ini juga akan membuka dua cabang sales point di dua lokasi baru. Investasi yang dibutuhkan mencapai Rp500 per cabang.

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →