Turunkan Risiko Pekerja Tertular Covid-19, Dokter Reisa: Perusahaan Harus Jaga Jarak Duduk, Berlakukan Shift Kerja!

Oleh : Nata Kesuma | Selasa, 16 Juni 2020 - 08:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Aktivitas di tempat kerja atau di ruang publik memiliki risiko terpapar virus SARS-CoV-2. Potensi risiko tinggi tersebut bisa dihilangkan dengan melakukan upaya pencegahan. 

Dokter Reisa, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan jurus jitu yakni menjaga jarak. 

Menurut Reisa, beberapa penelitian ilmiah menunjukkan, bahwa jaga jarak merupakan jurus paling jitu menurunkan risiko tertular COVID-19. 

Untuk itu, pengaturan jaga jarak juga perlu diperhatikan di lingkungan kerja, seperti pengaturan tempat duduk bagi setiap karyawan. 

"Para manager perusahaan harus memperhatikan sistem tempat duduk di ruang kerja. Pastikan berjarak lebih dari 1 meter, dan memiliki sekat apabila memungkinkan," ucapnya beberapa saat lalu. 

Selain itu, sebut Reisa, pengaturan pintu masuk dan keluar untuk semua karyawan juga harus diperhatikan agar tidak terjadi penumpukan orang. 

"Pnduan protokol kesehatan berlaku juga di tempat makan, ruang istirahat, dan ruang pertemuan," jelas Reisa. 

Dokter berparas cantik ini juga mengibgatkan kepada para manajer kantor atau pimpinan pimpinan perusahaan agar menerapkan protokol kesehatan sesuai panduan dari Pemerintah untuk melindungi para pekerja terpapar Covid-19 dilingkungan kerja. 

"Berlakukanlah protokol kesehatan, berlakukanlah jam istirahat yang berbeda bagi setiap shift, untuk mengurangi kepadatan sehingga terus terjaga jarak yang aman, yaitu  satu sampai dua meter," tegas Reisa.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →