IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 5.603-5.698

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 11 April 2017 - 10:59 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak di kisaran 5.603-5.698 pada perdagangan Selasa (11/04/2017) ini. Pergerakan IHSG diprediksi akan berbalik menguat tetapi terbatas setelah kemarin ditutup pada posisi 5.644.

“Pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan masih akan terus naik, kendati kenaikannya sudah mulai terbatas,” ungkap William Suryawijaya, analis PT Asjaya Indosurya Securities, di Jakarta, Selasa (11/04/2017).

William mengemukakan, jika ada investor yang berorientasi untuk investasi jangka panjang, maka potensi kenaikan masih cukup besar.

“Karena itu, momentum koreksi yang dialam IHSG secara wajar itu dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi saham-saham yang berfundamental baik tetapi harganya sudah murah,” paparnya.

William merekomendasikan BELI 9 saham yang layak untuk diakumulasi hari ini. Kesembilan saham tersebut adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →