SoftBank Group Corp Laporkan Rugi Rp187,9 Triliun

Oleh : Ridwan | Selasa, 19 Mei 2020 - 16:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itulah yang mungkin tepat untuk menggambarkan nasib perusahaan investasi asal Jepang, Softbank.

SoftBank Group Corp melaporkan kerugian sebesar US$12,7 miliar atau Rp 187,96 triliun (Kurs Rp14.800) pada Senin (18/5).

Kerugian tersebut mengindikasikan bahwa serangkaian investasi yang dilakukan perusahaan asal Jepang ini gagal dalam menjalankan bisnisnya.

Kerugian ini sesuai dengan prediksi perusahaan yang menyatakan mereka merugi akibat kegagalan investasi teknologi Vision Fund.

Mengutip Bloomberg, Softbank menjelaskan bisnis Vision Fund kehilangan 1,9 triliun yen atau setara dengan USD 17,7 miliar tahun fiskal lalu. Hal ini imbas gagalnya investasinya termasuk di dalam WeWork, Uber dan perusahaan teknologi lainnya.

Perusahaan, yang dipimpin oleh konglomerat kenamaan Masayoshi Son, juga mengumumkan Co-founder Alibaba, Jack Ma mundur sebagai dewan direksi setelah 13 tahun menjabat. Pengunduran diri Ma akan berlaku efektif pada 25 Juni setelah rapat tahunan pemegang saham SoftBank Group.

Bukan sekadar gagal, SoftBank yang dipimpin dan didirikan Masayoshi Son itu bahkan harus berhadapan dengan hukum. WeWork menggugat SoftBank karena SoftBank telah membatalkan penawaran tender senilai USD 3 miliar kepada WeWork.

Penawaran tender dimaksud berupa kesepakatan untuk membeli saham dari karyawan dan para pemegang saham. Bagian dari paket penyelamatan (bailout) WeWork senilai USD 9,6 miliar yang telah disepakati kedua pihak, SoftBank dan WeWork, pada Oktober 2019. SoftBank dianggap telah melanggar perjanjian tersebut.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →