Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Naik 8,36 Persen

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 Maret 2020 - 10:47 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang perdagangan pekan terakhir Maret 2020 (23 – 27 Maret 2020) naik 8,36 persen ke posisi 4.545,571 poin dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya di posisi 4.194,944 poin.

Kenaikan IHSG tersebut ditopang oleh peningkatan rata-rata volume transaksi harian sebesar 16,63 persen menjadi 8.516 miliar unit saham dibandingkan pada pekan sebelumnya sebanyak 7.302 miliar unit saham. Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian naik 64,93 persen menjadi 678.851 kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya 411.606 kali transaksi.

Peningkatan rata-rata volume transaksi harian tersebut mendorong rata-rata nilai transaksi harian tumbuh 20,43 persen menjadi Rp9,619 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp7,987 triliun.

Karena itu, nilai kapitalisasi pasar BEI di sepanjang periode tersebut meningkat 8,36 persen menjadi Rp5.259,807 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp4.854,050 triliun.

Pada Jumat (27/03/2020), investor asing membukukan nilai beli bersih (net buying) sebesar Rp221,25 miliar. Sejak awal 2020 hingga akhir pekan lalu, investor asing telah membukukan penjualan bersih (net selling) sebesar Rp9,952 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →