Industri Terpukul Virus Corona, Ini Permintaan Kadin Indonesia ke Pemerintah

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 07 Maret 2020 - 10:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idKadin Indonesia menyebut industri terkena dampak wabah virus corona, salah satunya yang paling terdampak adalah industri elektronik. 

Hal tersebut diungkap oleh ketua umum Kadin Rosan P Roeslani di Jakarta melalui pesan singkatnya kepada Industry.co.id Sabtu (7/3).

Menurut Bos Kadin tersebut, lantaran virus corona menyebabkan impor dari China tertekan sebesar 30 persen selama periode Januari hingga Februari 2020.

"Paling menderita adalah produk elektronik,karena hampir 50 persen impor elektronik dari Wuhan, China," katanya.

Kadin Indonesia, saat ini terang Rosan, tengah mendiskusikan bentuk-bentuk relaksasi yang diharapkan. 

"Relaksasi yang dibutuhkan terkait insentif fiskal," terangnya. 

Hal senada juga diutarakan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani. 

Shibta meminta pemerintah mengeluarkan insentif untuk meringankan beban cashflow perusahaan yang sangat tertekan saat ini karena dampak virus corona.

"Kita butuh insentif agar perusahaan bisa punya cukup ruang gerak untuk terus beroperasi," kata Shinta. 

Lanjutnya, dari sisi fiskal pemerintah juga diharapkan memberikan kelonggaran bagi pengusaha untuk menangguhkan sejumlah transfer fiskal di antaranya pajak penghasilan, karyawan, pajak pertambahan nilai, hingga cukai.

Penangguhan itu, kata dia, setidaknya hingga kondisi perekonomian kembali relatif normal.

"Pengusaha juga mendorong perlu adanya percepatan restitusi pajak dari pemerintah kepada perusahaan agar perusahaan bisa memperoleh dana tambahan untuk beroperasi," pungkasnya di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →