Asosiasi Pengelola Perparkiran Minta Kenaikan Pajak Dibarengi Kenaikan Tarif Parkir

Oleh : Ridwan | Kamis, 16 Januari 2020 - 16:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Pengelola Perparkiran Indonesia (PPPI) Muhammad Fauzan menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaikkan pajak parkir sangat memberatkan pelaku usaha pengelola parkir.

"Idelanya kalau pajak naik, tarifnya juga harus naik," kata Fauzan yang juga menjabat sebagai Owner Representative PT CentrePark Citra Corpora saat ditemui Industry.co.id di Jakarta, Kamis (16/1/2020). 

Dijelaskan Fauzan, selama ini pendapatan pengelola parkir masih harus dikurangi dengan beban pajak parkir dan lainnya. "Supaya tidak berkurang pendapatan dan masih bisa bertahan bisnisnya, tarifnya juga harus dinaikin dong. Ini yang akan kami (PPPI) perjuangkan,' terangnya.

Menurut Fauzan, kenaikan tarif dan pajak parkir harus disesuaikan dengan nilai jual objek pajak (NJOP) dimana lokasi lahan parkir berada. "Ya, kalau mau menyesuaikan tarif itu mungkin dilihat dari NJOP-nya, besaran tarif tergantung dari NJOP-nya," ucap dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah berencana menaikkan pajak parkir. Kasubag TU UP Perparkiran Dinas Perhubungan Dhani Grahutama belum lama ini mengatakan, rencana kenaikan pajak parkir biasanya dibarengi dengan naiknya tarif parkir.

Rencana ini muncul agar semakin banyak menggunakan transportasi umum. "Terkait kenaikan pajak parkir, ini masih pembahasan di DPRD," ujar Dhani.

Dhani mengatakan, DPRD nantinya akan membahas terkait rencana tersebut karena saat ini belum terbentuk alat kelengkapan dewan. Ia meminta rencana kenaikan pajak itu dibarengi dengan semakin baiknya layanan parkir dan pengintegrasian antar moda transportasi di DKI Jakarta.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →