WIKA Beton Optimis Raih Kontrak Baru Rp 6,29 Triliun di Sektor Energi

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 14 Maret 2017 - 14:40 WIB

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Produsen beton pracetak terbesar di Indonesia, PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,29 triliun, atau tumbuh 4,8 persen dari realisasinya tahun lalu yang mencapai Rp 6,01 triliun. Pihaknya membidik 30 persen diantaranya berasal dari proyek-proyek sektor energi.

"Ada dari power plant, kilang," kata Direktur Pemasaran WIKA Beton Kuntjara, dalam keterangan persnya kepada media kemarin.

Menurut Kuntjara, adanya proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Refinery Unit (RU) V Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) menjadi peluang untuk mencapai target. "RDMP Balikpapan, lagi tender, itu yang kita kejar," kata Kuntjara.

Induk WIKA Beton, yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sendiri telah terpilih sebagai pelaksana proyek pembangunan kilang Balikpapan.

Selain kilang Balikpapan, Kuntjara juga menyampaikan perseroan tengah menyiapkan desain untuk mengikuti tender kilang Tuban ekspansi (TPPI). Bahkan ia juga berharap bisa mengikuti tender New Grass Root Refinery (NGRR) Bontang.

Sementara itu, untuk proyek pembangkit listrik (power plant), Kuntjara menuturkan, saat ini WIKA Beton telah mengantongi kontrak untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi, PLTU Tanjung Jati, PLTU Muara Karang Ekspansi, dan PLTU Lontar Ekspansi.

"Yang besar itu Cilacap. Tahap satu saja kami sudah terima Rp 125 miliar. Tanjung Jati Rp 50 miliar, Lontar Rp 40 miliar, dan Muara Karang Rp 30 miliar," kata Kuntjara