2019, Terregra Asia Energy Alokasikan Belanja Barang Modal Rp500 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 17 Mei 2019 - 17:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), perusahaan penyedia jasa teknis energi listrik dan pemasok suku cadang pembangkit listrik untuk PLN, mengalokasikan belanja barang modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar Rp500 miliar untuk 2019.

“Hingga akhir April 2019, perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp70 miliar dan sisanya sebesar Rp430 miliar akan digunakan untuk mengembangkan berbagai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), masing-masing sebesar Rp350 miliar dan Rp80 miliar hingga akhir tahun ini,” ujar Kho Sawlek, Direktur TGRA, dalam acara paparan publik di Jakarta, Jumat (17/05/2019).

Kho mengemukakan, seluruh dana capex perseroan tersebut berasal dari ekuitas dan pendanaan para kontraktor perseroan. Pengembangan berbagai proyek PLTA dan PLTS yang dibiayai capex 2019 tersebut diharapkan dapat terus mendongkrak pendapatan perseroan.

Kho mengungkapkan, sejalan dengan banyaknya proyek yang mulai beroperasi pada tahun ini, manajemen menargetkan pendapatan perseroan pada 2019 dapat mencapai Rp66 miliar, atau tumbuh hampir 45% dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2018 sebesar Rp45,59 miliar.

Sementara itu, Djani Sutedja, Presiden Direktur TGRA, menuturkan, peningkatan pengoperasian beberapa proyek baru pada 2018 mampu mendorong pertumbuhan kinerja perseroan yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan laba bersih.

“Manajemen tetap optimistis dengan prospek ekonomi dan energi di Indonesia, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Ke depan, perseroan akan tetap fokus pada pembangunan pembangkit listrik tenaga air dan surya,” pungkas Djani. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →