Perusahaan Tekstil Asal China Bakal Bangun Pabrik Senilai Rp 6 Triliun di KIK

Oleh : Ridwan | Jumat, 29 Maret 2019 - 11:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perusahaan tekstil asal Negeri Tirai Bambu akan segera merealisasikan investasinya dengan membangun pabrik senilai Rp 6 triliun di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat seusai pembukaan Indo Intertax 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

"Iya benar, investasinya Rp6 triliun di Kendal, Jawa Tengah," kata Ade.

Ditambahkan Ade, pabrik tersebut nantinya akan memproduksi kain tekstil untuk dibuat menjadi kemeja. Ia menargetkan pabrik dapat beroperasi di tahun 2020.

"Itu kain untuk kemeja. Target operasional itu di 2020 akhir ya," terangnya.

Menurutnya, dengan adanya pabrik tersebut nantinya bisa mengurangi nilai impor hingga US$ 1 miliar. Sebab, selama ini produsen kemeja di Indonesia masih mengimpor kain sebagai bahan baku.

Selain itu, produksi kemeja untuk ekspor juga akan lebih optimal. Pasalnya, waktu pengiriman ekspor akan memakan waktu lebih cepat dari biasanya mencapai 10 hari lamanya.

"Ini bisa mengurangi impor US$ 1 miliar. Jadi kita akan mengurangi impor yang sangat besar nantinya karena dia pindah ke sini (Kendal) dan tentu yang diuntungkan buyer kita di Amerika Serikat karena proses pengiriman lebih pendek dan cepat," terang dia.

Saat ini progres pembangunan pabrik telah mencapai tahap pembebasan lahan. Dengan begitu, harapan pengoperasian dapat segera terlaksana. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →