Launching JFC 2019 Tampilkan ‘Tribal Grandeur’ untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Oleh : Yesi Eching | Selasa, 26 Februari 2019 - 10:30 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Keunikan rancangan fashion carnival yang ditampilkan dalam Jember Fashion Carnival (JFC) merupakan daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke Jember,Jawa Timur, untuk menyaksikaan event tahunan karnaval berkelas dunia tersebut. Pada gelaran JFC ke-18 tahun yang akan berlangsung di Kabupaten Jember pada 31 Juli-4 Agustus 2019
mendatang, kreator sekaligus Presiden JFC Dynand Fariz akan menampilkan karya uniknya dalam balutan tema ‘Tribal Grandeur’ atau ‘Keagungan Suku-suku Bangsa’.

“Dalam tema Tribal Grandeur di JFC 2019 nanti kita akan tampilkan rancangan fashion
carnival dari 8 suku bangsa ternama dunia dengan ciri khas fashion carnival mereka
masing-masing,” ungkap Dynand Fariz dalam acara launching JFC 2019 bersama Menteri
Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Bupati Jember Hj. Faida di Balairung Soesilo Soerdaman,
Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa malam
(26/2/2019).

Kedelapan tema rancangan fashion carnival yang akan ditampilkan nantinya berasa dari suku
bangsa Aztec (Mexico), Mongol (Mongolia), Zulu (Afrika Selatan), Viking (Norwegia), Karen
(Thailand), Polynesia, dan Indonesia yang kali ini diwakili oleh suku Minahasa (Sulut), dan
Hudoq (Kalimantan Timur).

Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan JFC yang telah memasuki tahun ke-18 dan
semakin memperkuat posisi Jember sebagai kota karnaval terbaik di Indonesia. Karnaval yang
mendapat penghargaan internasional ini juga menjadi magnet untuk meningkatkan kunjungan
wisatawan ke Kabupaten Jember yang tahun lalu dikunjungi sekitar 1,1 juta wisatawan.
“JFC 2019 masuk dalam top-10 dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonder Indonesia yang
digelar di seluruh Tanah Air sepanjang tahun ini dalam upaya mencapai target kunjungan 20 juta
wisman dan 270 juta pergerakan wisnus,” kata Arief Yahya.

Event JFC menjadi salah satu atraksi unggulan Kabupaten Jember yang terus berusaha
meningkatkan 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) sebagai unsur terpenting dalam
mengembangkan pariwisata. “Selain atraksi JFC bertaraf internasional, Jember mempunyai
fasilitas akomodasi dan aksesibilitas Bandara Notohadinegoro yang telah diperpanjang
runway-nya agar dapat menampung peningkatan penumpang,” kata Arief Yahya.

Pada kesempatan ini, ia juga mengingatkan penyelenggaraan JFC tak lepas dari keseimbangan
antara nilai budaya atau atraksi (cultural value) dengan nilai komersial (commercial value) untuk
menjaga kelangsungan (sustainable).

Bupati Jember Hj. Faida menjelaskan, dalam rangka menjaga agar penyelenggaraan JFC terus
berlanjut dan semakin berkualitas di masa mendatang, pemerintah telah melakukan pembinaan
Sumber Daya Manusia (SDM), antara lain dengan menggandeng para pegiat pendidikan.
“Tahun ini JFC bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember akan
membuka Program Studi Vokasional Fashion Desain (S-1) dengan nama Indonesia Fashion
Carnival dan program ini menjadi yang pertama di Indonesia,” kata Hj. Faida. Selain itu JFC
juga mengadakan Program Short Course Exclusive Class di Jakarta maupun Jember.

Yesi Eching Lihat semua artikel →