Menpar Minta Pengelola Taman Rekreasi Jadikan Milenial sebagai Target Pasar

Oleh : Ridwan | Kamis, 14 Februari 2019 - 07:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta para pengelola taman rekreasi yang tergabung dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) menerapkan "strategic alliance" dan menjadikan milenial sebagai target pasar sehingga lebih banyak terjaring wisatawan mancanegara (wisman).

"Salah satu cara ARKI untuk meningkatkan wisman adalah dengan menerapkan "strategic alliance" bersama para pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Cara lain, dengan memikirkan desain taman rekreasi keluarga yang menyasar target milenial. Untuk itu, taman rekreasi tersebut harus memenuhi kebutuhan milenial yaitu keinginan agar diakui," jelas Menpar di Jakarta (13/2).

Menpar menilai milenial merupakan target pasar yang potensial yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

"Hal ini dikarenakan 50% wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial, terutama wisman dari Asia. Karakter mereka senang mendatangi tempat yang beda dan belum pernah didatangi teman-temannya," jelas Menpar.

Menpar menjelaskan bagi wisatawan mancanegara daya tarik wisata "man-made" masih kurang bila dibandingkan wisata alam dan budaya Indonesia.

"Wisata 'man-made' di Indonesia masih lemah untuk menjadi daya tarik wisman. Hanya 5% wisman yang memilih 'man-made' sebagai pilihan berwisata di Indonesia. Mayoritas wisatawan mancanegara memilih berkunjung ke Indonesia untuk melihat wisata alam maupun budaya," jelas Menpar. 

Persentase sumbangan taman rekreasi dari 5% wisatawan mancanegara yang memilih "man made" juga masih sangat kecil. "Sumbangan dari taman rekreasi hanya 0,75% dari angka 5% tersebut," jelas Menpar.

Sementara itu, Ketua DPP Arki, Taufik A. Wumu mengungkapkan, walaupun belum menjadi primadona bagi wisatawan asing, namun pertumbuhan taman rekreasi "man-made" di Indonesia cukup besar. 

"Pertumbuhan rekreasi 'man-made' mencapai 10-20% di Indonesia. Total kunjungan ke taman rekreasi 'man-made' di Indonesia mencapai 100 juta per tahun dan kontribusi tenaga kerja mencapai 50 ribu pertahun," ujar Taufik.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →