Antisipasi Persaingan DPK, Bank BTN Luncurkan Program Poin SERBU BTN

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 26 Januari 2019 - 17:01 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, meluncurkan Program Poin Serbu (Serba Untung) BTN pada awal 2019 ini. Poin Serbu BTN kali ini memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk menukar poinnya dengan hadiah yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Peluncuran program ini merupakan langkah manajemen Bank BTN untuk menghadapi persaingan pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah. Pasalnya, perbankan kini mulai memasang strategi untuk memikat nasabah, diantaranya melalui program poin hadiah dan program undian berhadiah.

“Peluncuran Program Poin Serbu BTN ini bertujuan untuk menarik sebanyak mungkin nasabah baru, meningkatkan saldo tabungan dan meningkatkan fee based income (pendapatan non bunga) dari transaksi nasabah lewat seluruh aplikasi,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono, usai peluncuran Program Poin Serbu BTN di Jakarta, Jumat (25/01/2019) malam.

Peluncuran Progam Poin Serbu, demikian Maryono, adalah bagian dari strategi Bank BTN untuk menjemput target pencapaian DPK tahun ini yang dipatok meningkat sekitar 15% dibandingkan pada 2018.

Khusus DPK ritel diharapkan bisa terkumpul menjadi sekitar Rp58,8 triliun atau  tumbuh 15,9% dibandingkan pada 2018 sebesar Rp51,6 triliun. Jumlah nasabah baru juga diharapkan naik sekitar 1,5 juta rekening. Karena menyasar nasabah ritel, maka Bank BTN meracik skema pemberian hadiah yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah ritel yang loyal.

“Program tabungan berhadiah adalah salah satu bentuk apresiasi kami bagi nasabah atas kesetiaannya dan kepercayaannya menggunakan layanan perbankan dari BTN. Karena itu, kami merespon keinginan mereka mulai dari jenis hadiah, pencairan hadiah dan grand prize yang mereka idamkan,” papar Maryono.

Untuk memacu semangat nasabah menabung, Bank BTN membanjiri nasabah ritel dengan poin dari aktivitas perbankan seperti top up tabungan, mempertahankan jumlah saldo, mengaktifkan fasilitas auto debit dan aktivasi mobile banking/internet banking serta melakukan transaksi lewat aplikasi mobile banking BTN atau internet banking BTN seperti membeli pulsa, membayar tagihan listrik/kartu kredit dan bertransaksi di toko online atau merchant dengan menggunakan debit online atau kartu debit Bank BTN.

Dengan melakukan aktivitas perbankan maupun transaksi tersebut, nasabah berhak mengoleksi poin sebesar 1 hingga 10 poin tergantung jenis transaksi dan nilai tabungan ataupun penambahan saldo tabungan.

Bagi nasabah yang rajin mengumpulkan poin dan menjaga saldo tabungan di atas Rp 10 juta berpeluang meraih Hadiah Utama.  Adapun hadiah utama yang disiapkan adalah tabungan senilai miliaran rupiah.

Selain meraih DPK murah lewat Program Poin Serbu BTN, Bank BTN juga berburu Fee Based Income lewat transaksi elektronik/digital. Adapun transaksi elektronik yang dimaksud adalah transaksi dengan kartu debit maupun dengan aplikasi mobile banking dan internet banking Bank BTN.

“Pertumbuhan e-commerce dan fintech di Indonesia membuat transaksi digital meningkat pesat dan mengerek fee based income, karena itu sebagai bentuk rewards atau pemberian poin akan menguntungkan nasabah,” tukas Maryono.

Pada 2018, Bank BTN meraih pendapatan non bunga dari transaksi elektronik sekitar Rp114 miliar dengan jumlah transaksi mencapai 250 juta transaksi. Pada 2019, Maryono menargetkan peningkatan fee based income hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan volume transaksi bisa dikerek hingga sekitar 288 juta transaksi atau naik 38% dibandingkan target tahun sebelumnya yang dipatok 207 juta transaksi.

Maryono berharap dengan hadirnya program Poin Serbu BTN dapat memancing nasabah mengoptimalkan pengalaman mereka bertransaksi dengan mobile banking dan kartu debit Bank BTN.

“Kami optimstis, transaksi elektronik akan terus meningkat karena Himpunan Bank Bank Negara atau Himbara makin solid melakukan sinergi layanan perbankan elektronik kami, dimulai dari ATM link, EDC Link dan ke depan LinkAja suatu integrasi pembayaran dengan teknologi  QR code,” pungkas Maryono. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →