Bumi Resouces Minerals Selesaikan Penjualan Dairi Prima Mineral ke NFC Cina

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 24 September 2018 - 17:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjual PT Dairi Prima Mineral (DPM) kepada NFC China sebesar US$198 juta atau setara Rp2,94 triliun (kurs tengah hari ini sebesar Rp14.865 per dolar AS).

“Dana hasil divestasi itu akan digunakan untuk membiayai pelunasan utang-utang perseroan yang jatuh tempo dalam waktu dekat ini serta mengurangi berbagai beban dalam neraca keuangan perusahaan,” ungkap Fuad Helmy, Direktur dan CFO BRMS, di Jakarta, Senin (24/09/2018).

Sebelumnya, perseroan memiliki utang bernilai total US$161,32 juta dengan ekuitas sebesar US$554,18 juta. Jika benar perseroan melunasi utang-utang yang sudah jatuh tempo, maka total utang perseroan yang masih ada sebesar US$53,99 juta.

Dengan posisi ekuitas tidak berubah, maka rasio utang terhadap ekuitas perseroan (debt to equity ratio/DER) berkurang menjadi tinggal 0,09 kali dibandingkan DER sebelumnya sebesar 0,29 kali.

Kendati demikian, dana hasil divestasi tersebut juga digunakan untuk menggantikan dana perseroan yang sebelumnya digunakan untuk membayar 20% saham DPM di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Transaksi jual-beli saham antara ANTM dan perseroan telah dilunasi pada akhir 2017.

Karena itu, perseroan kini masih memiliki dana US$33 juta yang kabarnya bakal digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis ke depan. Perseroan akan mengoperasikan tambang emas di Palu pada akhir 2020. Selain itu, BRMS juga punya tambang emas di Gorontalo.

“Kehadiran NFC di DPM diharapkan dapat menjadikan DPM menjadi pemimpin pasar sejak 2020 mendatang,” imbuh Suseno Kramadibrata, Direktur dan COO BRMS. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →