Pacu Pengembangan Wisata Danau Toba, Pemerintah Atur Strategi Baru

Oleh : Ridwan | Sabtu, 15 September 2018 - 17:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Surabaya, Sejak pertama kali dihadirkan oleh Pemerintah di tahun 2016, pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas atau 10 Bali Baru kian dipacu lewat Kementerian Pariwisata (Kemenpar), salah satunya Danau Toba. 

Dari 10 Bali Baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Danau Toba menjadi yang terbawah dalam progres pengembangannya. 

Pada tahun 2015, pemerintah pusat membentuk Badan Otorita Danau Toba yang ditugaskan untuk mengembalikan kejayaan wisata tersebut. 

Direktur Destinasi Badan Otorita Danau Toba Tata Syafaat Ridwanulla mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan strategi baru yang akan dikembangkan untuk mempermudah wisatawan mencapai obyek wisata yang berada di Danu Toba. 

Adapun strategi tersebut antara lain mengembangkan aksebilitas menuju wisata Danau Toba, membuat atraksi-atraksi baru di kawasan tersebut, serta menjadikan daerah wisata. 

"Maimed-nya, kita akan belajar dari Jatim Park untuk diterapkan dan dimplementasikan di Danau Toba, sehingga ada banyak pilihan untuk wisatawan dari berbagai usia," kata Tata seusai acara Seminar bertajuk 'Startegi Baru Pariwisata Danau Toba' di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (15/9/2018).

Diakui Tata, untuk maimed di Danau Toba memang masih kurang. "Oleh karena itu, saya harapkan pelaku industri pariwisata yang ada di Jawa untuk melihat peluang yang ada agar kesuksesan wisata di daerahnya bisa diterapkan di Danau Toba," tambahnya 

Selain itu, lanjut Tata, pihaknya juga akan membuka pintu-pintu masuk baru menuju Danau Toba. Menurutnya, ini akan mempermudah wisatawan mencapai daerah wisata tersebut. 

"Saat ini sudah ada Bandara Silangit, dari Jakarta bisa langsung direct kesana, kedepan kita akan kembangkan di Sibisa. Hal ini akan mempercepat sehingga secara phisikologis wisatawan itu bisa langsung mencapai daerah wisatanya," imbuh Tata. 

Selain direct langsung dari Jakarta ke Silangit, tambahnya, pihaknya juga akan mengembangkan direct flight langsung dari luar negeri khususnya negara-negara Asean. Pasalnya, lokasi Danau Toba sangat strategis dari negara Asean. 

"Bahkan, Dubes China pun sudah dua kali berkunjung ke Danau Toba. Menurut Dubes China, wisata Danau Toba sangat menarik bagi wisatawan," tuturnya. 

Tata menghimbau seluruh penggiat dan investor pariwisata untuk dapat melihat peluang investasi yang ada di Danau Toba.

"Saya harapkan semua stakeholder bisa ikut serta dalam mengembangkan wisata Danau Toba," tutup Tata. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →