Pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.900-6.200

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 13 Agustus 2018 - 11:22 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak di kisaran 5.900-6.200 di perdagangan pekan ini (13-16 Agustus 2018) setelah mengalami penurunan 0,2% pada akhir pekan lalu ke posisi 6.077.

“Grafik mingguan IHSG sejak Juli 2018 lalu telah menunjukkan terjadinya peningkatan pergerakan dai posisi 5.500 ke level tertinggi 6.110. Itu artinya IHSG telah menguat lebih dari 10%,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Minggu (12/08/2018).

Karena itu, demikian Yuganur, jika IHSG kembali mengalami koreksi minor dan bergerak ke kisaran 5.992-5.900, itu adalah hal yang wajar. Kisaran itu juga menjadi titik support indeks pada kisaran perdagangan mingguan yang terbentuk pada kisaran 5.900-6.200.

Di samping itu, menurut Yuganur, Agustus adalah periode awal semester kedua dimana sudah banyak emiten yang mempublikasikan kinerja bisnis mereka. Yuganur menilai, sentimen investor di pasar saham terkait erat dengan capital gain dan dividen.

Yuganur menjelaskan, periode pembagian dividen akan berakhir sebelum akhir Agustus ini. Adapun laporan keuangan emiten tengah tahunan dapat dijadikan acuan untuk melihat kinerja bisnsi perusahaan secara selama setahun penuh.

Yuganur mengungkapkan, seiring dengan penjelasan tersebut, maka koreksi wajar yang terjadi pada IHSG diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →