Per Juni 2018, Volume Produksi CPO Eagle High Plantation Tumbuh 13,32%

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 26 Juli 2018 - 13:47 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Volume produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) meningkat 13,32% menjadi sebanyak 166.763 ton sepanjang  Januari-Juni 2018 dibandingkan per Juni 2017 sebanyak 137.453 ton.

“Peningkatan volume produksi tersebut ditopang oleh pertumbuhan tandan buah segar (TBS) perseroan sebesar 11,88% menjadi 697.056 ton per Juni 2018 dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebanyak 623.046 ton,” ungkap Sebastian Sharp, Investor Relation BWPT, di Jakarta, Kamis (26/07/2018).

Sebastian menjelaskan, volume produksi TBS sepanjang awal hingga pertengahan Juni 2018 tercatat sebanyak 84.000 ton. Itu sudah mencapai sekitar 50,59% dari target produksi pada Juni 2018 sebanyak 170.000 ton.

Pada Mei 2018, produksi bulan TBS perseroan masih stabil di atas 160.000 ton. Adapun rekor volume produksi TBS bulanan perseroan tertinggi terjadi pada November 2016, yaitu sebanyak 178.579 ton.

“Jika produksi TBS pada Juli dan Agustus 2018 kembali meningkat, maka perseroan akan membukukan rekor produksi TBS tertinggi dalam enam bulan terakhir ini,” pungkas Sebastian. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →