Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Berkonsolidasi di Kisaran 5.715-5.830

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Juli 2018 - 07:18 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal berkonsolidasi pada perdagangan hari ini setelah ditutup turun ke posisi 5.746 pada perdagangan sehari sebelumnya.

“Secara teknikal, IHSG terlihat sedang berkonsolidasi di indikator stochastic karena sudah mengalami jenuh jual (oversold) sehingga indeks diprediksi bakal bergerak di kisaran 5.715-5.830,”ujar Lanjar Nafi, analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Selasa (03/07/2018).

Lanjar menjelaskan, penurunan IHSG kemarin juga dipengaruhi oleh kecemasan para pelaku pasar terhadap perang dagang AS-Cina, risiko politik Eropa dan perbedaan kebijakan keuangan di seluruh dunia pada awal paruh kedua 2018.

“Di samping itu, penurunan IHSG kemarin juga disebabkan oleh laju inflasi Juni 2018 yang tercatat sebesar 0,59%, atau lebih besar dibandingkan perkiraan yang ditetapkan sebelumnya,” tukas Lanjar.

Meski demikian, menurut Lanjar, prediksi IHSG yang akan berkonsolidasi pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

“Saham-saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) juga dapat diakumulasi,” pungkas Lanjar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →