Ketum Gerindra Prabowo Subianto Hadiri Debat Terakhir Pilgub NTT

Oleh : Herry Barus | Jumat, 22 Juni 2018 - 10:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kupang- Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 1 Esthon Foenay mengatakan dalam debat kandidat terakhir yang akan digelar KPU setempat, Sabtu (23/6) besok, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menyaksikan langsung di studio.

"Sudah ada konfirmasi langsung dari DPP bahwa bapak Prabowo akan hadir langsung dalam debat kandidat itu," kata Esthon kepada awak media  di Kupang, Jumat (22/6/2018)

Ia menyampaikan kesiapan dirinya dan pasangannya Christian Rotok yang akan mengikuti debat calon kandidat terakhir di Jakarta itu.

Dia menegaskan informasi yang ia peroleh bahwa Prabowo akan hadir langsung untuk memberikan semangat tersendiri dan memberikan nilai tambah bagi dirinya dan pasangannya khususnya bagi para pendukung Esthon Chris di NTT.

"Gaungnya tentu akan beda. Dan ini mempunyai nilai tambah tersendiri bagi kami berdua Esthon dan Chris," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa keputusan kedatangan Prabowo untuk saksikan langsung debat tersebut adalah inisiatif dari DPP Partai Gerindra yang memang sudah diinformasikan kepada Ketua DPP Partai Gerindra Fary Djemi Francis.

Lebih lanjut terkait kesiapannya dalam debat terakhir tersebut, Esthon mengatakan bahwa tidak ada persiapan khusus. Namun pastinya pihaknya sudah mempersiapkan diri dengan baik.

"Tak ada persiapan khusus, sebab sebagai calon gubernur dan wakil gubernur harus selalu siap," katanya lagi.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT siap menggelar debat calon gubernur-wakil gubernur NTT tahap ketiga atau terakhir pada 23 Juni atau empat hari sebelum pemungutan suara pada 27 Juni 2018.

Debat terakhir yang diikuti oleh empat pasangan calon gubernur NTT ini mengambil tema Pendidikan dan Kesehatan.

Dengan tema tersebut KPU berharap agar setiap calon pasangan yang akan bertarung dalam Pilgub NTT nanti dapat memberikan jawaban atau program solutif serta inovatif untuk mengatasi masalah pendidikan dan kesehatan di provinsi kepulauan itu.

Herry Barus Lihat semua artikel →