Jelang Idul Fitri, Distribusi Premium Meningkat 6,5 Persen

Oleh : Hariyanto | Senin, 04 Juni 2018 - 15:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluarkan data yang menunjukkan bahwa sejak posko nasional ESDM dibentuk (31 Mei-3 Juni 2018), distribusi bahan bakar minyak premium meningkat 6,5 persen.

Ketua BPH Migas Fanshurullah Asa kepada awak media di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin(4/6/2018) mengatakan cadangan operasional BBM secara nasional selama masa posko Hari Raya Idul Fitri 2018 rata-rata untuk BBM jenis gasoline adalah 23 hari.

Kemudian Gasoil 20 hari, kerosene 52 hari dan avtur 27,5 hari. Sedangkan untuk cadangan harian elpiji berada pada angka 17,7 hari, data update sampai posko 3 Juni 2018.

Untuk BBM jenis dexlite naik 26,6 persen. Selain itu, ada penurunan distribusi untuk gasoil solar/akra sol sebanyak 22,15 persen, pertamina dex turun 26,6 persen, pertalite turun 16,61 persen, kerosene turun 16,67 persen, pertamax/akra 92 turun 1,7 persen, pertamax turbo turun 49,4 persen, dan avtur turun 13,75 persen (data update sampai posko 3 Juni 2018).

Puncak realisasi BBM jenis bensin premium pada 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 35.685 KL, pertalite tanggal 3 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 44.294 KL, pertamax tanggal 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 19.896 KL.

Kemudian, puncak realisasi BBM jenis solar pada 31 Mei 2018 dengan realisasi mencapai 71.256 KL, pertamina dex pada 1 Juni 2018 dengan realisasi 578 KL, dan dexlite pada3 Juni 2018 dengan realisasi 1.685 KL.

Dibandingkan dengan masa Hari Raya Idul Fitri 2017, distribusi premium, pertamax turbo dan solar menurun (premium turun 10 persen, aolar turun 12 persen, pertamax turbo turun 18 persen), sedangkan pertalite dan pertamax mengalami peningkatan (pertalite meningkat 25 persen, pertamax meningkat 6 persen (Data update sampai posko 3 Juni 2018).

Untuk, elpiji selama masa posko Hari Raya Idul Fitri 2018 mengalami kenaikan permintaan sebesar 23.333 MT/day atau naik 15 persen dibandingkan normal.

Permintaan tertinggi produk elpiji terjadi pada 3 Juni 2018 yaitu sebesar 23.333 MT dengan peningkatan sebesar 15 persen dari rata-rata normal 20.260 MT.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →