Fanoos, Tradisi Masyarakat Mesir Rayakan Ramadan

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 18 Mei 2018 - 11:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Mesir - Memasuki bulan Ramadan, berbagai tradisi dilakukan ditiap negara-negara Muslim di seluruh dunia. Jika Indonesia menyambutnya dengan pawai obor, di Dubai dengan penembakan obor, lain halnya dengan Mesir yang menyambutnya dengan pemasangan lentera atau lampion yang berwarna-warni. Kebayang kan, betapa indahnya kota tersebut jika malam hari.

Dalam bahasa Arab, tradisi ini disebut Fanoos, yang sudah menjadi ikon di Mesir menjelang Ramadan. Fanoos berasal dari kata Yunani yang memiliki arti yang hampir sama yakni lentera, atau alat penerangan.

Dikutip dari berbagai sumber, Fanoos tersedia dalam berbagai ukuran dan warna yang berbeda. Fanoos digantung di dinding toko-toko kecil hingga toko-toko besar, hingga bangunan-bangunan. Selain itu, Fanoos juga digunakan sebagai dekorasi di rumah warga, dan bahkan anak-anak kecil sering memainkannya dan menyanyikan lagu-lagu khas Ramadan.

Meskipun tradisi ini bersifat musiman, industri pembuatan lentera masih aktif sepanjang tahun, bahkan hingga saat ini. Sepanjang tahun, para inovator industri bekerja untuk membuat desain baru dan menyusunnya. Mereka kemudian disimpan sampai sesaat sebelum Ramadan dan  mereka dengan gembira disiapkan untuk dijual.

Sebagai tempat pertama kali diselenggarakan tradisi ini, Kairo terus menjunjung peran penting dalam industri. Pusat industri pembuatan lentera saat ini berada di Taht ElRab ’ sebuah area dekat dengan al-Azhar. Di sana, Kamu dapat menemukan beberapa lokakarya lentera terbesar yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.