BEI Tetap Targetkan 24 Perusahaan Jadi Emiten pada Semester I-2018

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 16 Mei 2018 - 14:47 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kendati kegiatan bisnis banyak yang terdampak oleh berbagai insiden teroris yang terjadi dalam beberapa hari lalu, namun target Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengajak berbagai perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (PUPS) pada tahun ini tidak berubah.

Sebanyak 24 perusahaan ditargetkan akan melaksanakan (PUPS) pada semester pertama 2018. Realisasinya, hingga kini sudah ada 13 perusahaan yang mencatatkan dan memperdagangkan saham mereka di BEI.

“Hingga kini sudah ada 24 perusahaan yang berada dalam pipeline PUPS yang bakal digelar pada semester ini. Sudah ada yang memulai berbagai langkah PUPS tersebut,” ujar Samsul Hidayat, Direktur BEI, di Jakarta, Rabu (16/05/2018).

Samsul mengemukakan, perusahaan-perusahaan yang akan melaksanakan PUPS tersebut berasal dari berbagai sektor, yakni sektor properti, sektor perkebunan, sektor keuangan dan sebagainya.

“Jadi tidak ada satu sektor usaha yang mendominasi berbagai perusahaan yang akan melaksanakan PUPS tersebut,” tukas Samsul.

Samsul menuturkan, dengan target 24 perusahaan yang akan menjadi emiten BEI pada semester pertama 2018 ini dan sudah 13 perusahaan yang melaksanakan dan merealisasikannya, maka dalam jangka waktu tersisa saat ini, BEI akan mengejar PUPS 11 perusahaan lagi.

Untuk meraih target itu, demikian Samsul, BEI melaksanakan berbagai cara, salah satunya adalah melaksanakan sosialisasi dengan melakukan one-on-one meeting sekaligus melakukan pendekatan yang persuasif.

“Kesempatan untuk menjadi perusahaan publik adalah untuk memperluas kegiatan usaha dan memperlancar ekspansi usaha,” pungkas Samsul. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →