Cagub Koster Ingin Bali Jadi Etalase Kerukunan

Oleh : Herry Barus | Minggu, 06 Mei 2018 - 05:16 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Denpasar- Calon Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster menginginkan Pulau Dewata dapat menjadi etalase kerukunan umat beragama, di tengah masyarakatnya yang heterogen.

"Bali ini terdiri atas berbagai komponen masyarakat baik dari sisi agama maupun asal golongannya. Oleh karena itu, kehidupan masyarakat Bali harus dibangun dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila," kata Koster di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (5/5/2018)

Dalam pertemuan yang melibatkan kelompok lintas agama itu seperti Ikawangi, IKMS Bali, Bamus Sunda, PWNU Bali dan sejumlah tokoh masyarakat lintas etnis seperti Ardi Ganggas, H Edy Rizal dan H Syahwan tersebut, Koster menginginkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan ajaran Bung Karno diterapkan dengan baik di Bali.

"Bali harus dijadikan percontohan membumikan nilai-nilai Pancasila agar semua masyarakat di Bali merasakan pengayoman penuh oleh pemimpin Bali kelak," ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, difasilitasi melalui kebijakan yang harus peduli dan berpihak kepada kelompok masyarakat di Bali, apalagi di Denpasar yang sangat heterogen.

Menurut Koster, hal itu bisa dilakukan dengan pola kepemimpinan yang arif dan bijaksana. Ini membutuhkan kepemimpinan yang arif, bijaksana, bisa mengayomi, menjaga, mengajak semua komponen membangun, menjaga dan memajukan Bali.

"Kita bertanggung jawab memajukan Bali, meningkatkan kesejahteraan rakyat Bali didasarkan pada toleransi dan kerukunan yang dibangun berdasarkan nilai-nilai agama. Kita tahu bersama semua mengajarkan hidup rukun, toleran, dan bekerja sama untuk membangun Bali ke depan," kata Koster.

Ketua PWNU Bali, Abdul Aziz sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Wayan Koster. Menurut dia, kerukunan di Bali mesti dijaga agar pembangunan Bali tak terganggu apapun.

"Kerukunan adalah sebuah hal yang sangat baik untuk memelihara keberagaman di Bali. Itu sudah dibuktikan oleh Pak Koster jauh hari sebelum pertemuan ini dilaksanakan," ujarnya.

Menurut dia, seluruh komponen masyarakat Bali lintas agama dan etnis harus bersatu membangun Bali ke depan, sehingga Bali ini bisa menjadi tolok ukur bagi pembangunan Bali yang seiring sejalan dengan kehidupan beragama dan toleransi yang terajut dengan baik.

"Kita harus menyatukan visi membangun Bali ke depan. Memelihara dan membangun Bali secara utuh, ini harapan besar kami. Kami harap ini bisa diwujudkan sehingga Bali ini menjadi tolok ukur di tingkat nasional bahkan global bagaimana toleransi itu berjalan dengan baik. Saya yakin Pak Koster mampu mewujudkan hal itu," ucapnya.

Pilkada Bali 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusulkan oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan PKPI. Pasangan tersebut juga didukung PKB dan PPP.

Pesaingnya adalah pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusulkan oleh empat partai peraih kursi di DPRD Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo.

Herry Barus Lihat semua artikel →