Inilah Dua Hal yang Perlu Dicermati Dari Kebijakan Donald Trump

Oleh : Ridwan | Selasa, 24 Januari 2017 - 13:47 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dampak kebijakan Presiden Amerika Donald Trump, dinilai berisiko meningkatkan situasi ketidakpastian global. Perubahan secara drastis diyakini akan dilakukan oleh Trump.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara yang ditemui INDUSTRY.co.id di Jakarta (24/1/2107) menjelaskan, ada dua hal yang menjadi dampak kebijakan Trump yang perlu dicermati. Pertama, proteksionisme yang sudah terang-terangan ingin dilakukan Trump. Proteksi ini bukan sekadar bahan kampanye, namun sudah mulai terlihat dari peringatan Trump kepada produsen otomotif Ford, agar memindahkan pabriknya dari Meksiko ke Amerika.

"Proteksi juga akan memicu perang dagang dengan Tiongkok. Risiko bagi Indonesia adalah penurunan ekspor bahan baku ke Tiongkok, karena Tiongkok akan mengurangi produksi sebagai antisipasi proteksi Trump" jelasnya.

Kedua, soal Trump yang berencana menaikkan belanja infrastruktur, hal itu berimbas pada sisi inflasi yang diprediksi akan naik. Dampaknya, suku bunga Federal Reserve dipastikan akan naik. “Fed Fund Rate yang meningkat, dolar akan kuat, sehingga rupiah melemah.

Dana asing di Indonesia juga terancam keluar dan pulang ke AS. Padahal 38,8% surat utang dikuasai asing, jadi pasar keuangan kita sangat fragile (rentan). Bunga surat utang pemerintah Indonesia terpaksa menjadi lebih mahal. Beban bunga bertambah, apalagi di 2018 adalah puncak buyback atau pembayaran utang SBN (Surat Berharga Negara),” jelasnya.

AS tetap membutuhkan Indonesia sebagai mitra dagang penting. Dalam APEC dan G-20, posisi Indonesia pun setara.

Bhima pun menilai, sikap AS dibawah Trump diprediksi tidak akan berubah secara signifikan dengan Indonesia. Kerja sama perdagangan, keuangan, dan investasi pasti terus berlanjut. Terlebih saat ini soal relaksasi ekspor minerba memberi angin bagi industri tambang AS di Indonesia.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →