Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan Berpotensi Naik di Kisaran 6.171-6.389

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 19 April 2018 - 09:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat di kisaran 6.171-6.389 pada perdagangan Kamis (19/04/2018) ini karena terdukung oleh sentimen positif terkait pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia serta publikasi sejumlah kinerja emiten pada triwulan pertama tahun ini.

“Besar suku bunga BI 7-Day Repo Rate yang diprediksi tetap sebesar 4,25% per tahun tersebut diperkirakan bakal menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG saat ini. Jika BI mempertahankan suku bunga acuan di level tersebut, maka itu menunjukkan perekonomian nasional masih terkendali,” papar William Suryawijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Kamis (19/04/2018).

William mengemukakan, kondisi itu tentunya memberikan angin segar bagi pola pergerakan IHSG yang pada perdagangan kemarin ditutup naik 0,5% ke posisi 6.320. Di samping itu, publikasi kinerja emiten pada triwulan pertama 2018 ini yang diperkirakan positif juga akan mendukung pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan adanya peluang kenaikan lanjutan tersebut, demikian William, para pelaku pasar dapaat memanfaatkan kondisi tersebut untuk memainkan saham-saham pilihan mereka.

Sementara itu, William menyarankan para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

“Di samping itu, para pelaku pasar juga jangan lupa untuk mencermati saham-saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Bank Jatim Tbk (BJTM),” pungkas William. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →