Demokrat: Kicauan SBY Bentuk Keprihatinan

Oleh : Marlen Erikson | Senin, 23 Januari 2017 - 13:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kicauan presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait berita fitnah atau hoax yang semakin berkuasa dinilai sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi dan kondisi bangsa yang semakin carut marut.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/1). Menurutnya, saling fitnah sesama anak bangsa yang terus terjadi di media sosial membuat kondisi bangsa yang semakin sulit.

"Kondisi tentang fitnah, tentang hoax ini kan semakin merajalela. Ini kan bentuk keprihatinan. Bagus kan kalau disampaikan masa enggak boleh," kata Syarief.

Sebab, kata Syarief, maraknya berita hoax di media sosial merupakan tugas dari pemerintah untuk mengatasinya. Untuk itu, menurut Syarief, SBY menyampaikan keprihatinan atas kondisi saat ini.

"Itu kan bagian dari tugas pemerintah untuk mengatasi menyangkut masalah fitnah, hoax dan sebagainya karena yang memiliki kekuasaan kan pemerintah," tegasnya.

"Kami kan partai Demokrat berada di luar pemerintahan. Jadi tentunya jalurnya kesana atau ke DPR. Komisi terkait, itu saja. Kecuali kalau kami partai Pemerintah bisa disampaikan langsung," tambah Syarief.

Sementara, Presiden Jokowi menanggapi santai cuitan yang disampaikan SBY terkait merajalelanya juru fitnah dan penyebar berita hoax atau berita palsu.

"Saya kira sudah lama kita bertarung dengan hoax, kabar bohong. Kita harus mulai membangun budaya baru, membangun nilai kesopanan, kesantunan dalam kita berucap, ujaran-ujaran di media sosial," kata Jokowi, seperti dilansir Seskab.go.id, Jakarta, Senin (23/1).

Diketahui, SBY menyampaikan prihatin dengan situasi dan kondisi negara Indonesia saat ini. Sebab, juru fitnah dan informasi bohong berkuasa.

Ketua Umum Partai Demokrat itu menyebut, saling fitnah dan saling menyebar informasi bohong sesama anak bangsa terus terjadi. Sehingga, menimbulkan kondisi negara yang semakin carut-marut.

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," tulis SBY, dalam akun twitternya di @SBYudhoyono, Jumat (20/1).

Marlen Erikson Lihat semua artikel →