Triwulan I-2018, Pembiayaan BFI Finance Indonesia Tumbuh 31%

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 18 April 2018 - 09:33 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) sepanjang Januari-Maret 2018 telah menyalurkan pembiayaan bernilai Rp4,2 triliun. Itu lebih tinggi 31% dibandingkan periode yang sama pada 2017.

“Realisasi penyaluran pembiayaan kami tersebut baru mencapai 24% dari total target yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar Rp17,2 triliun,” ujar Sudjono, Direktur Keuangan BFIN, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/04/2018).

Sudjono mengemukakan, manajemen patut bersyukur atas kinerja penyaluran pembiayaan yang telah dilakukan pada triwulan pertama tahun ini. Ke depan, manajemen diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan tersebut dengan terus memusatkan perhatian pada bisnis inti perseroan serta menghadirkan berbagai inovasi baru.

Sudjono juga mengungkapkan, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 38% menjai Rp351 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp254 miliar. Pertumbuhan itu didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 30%.

“Di samping itu, total aset perseroan pada triwulan pertama tahun ini meningkat 34% menjadi Rp17,8 triliun. Peningkatan aset tersebut ditopang oleh kenaikan nilai piutang bersih sebesar 32% menjadi Rp16,6 triliun. Adapun nilai piutang bersih tersebut mencapai 93% dari total aset perseroan,” pungkas Sudjono. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →