Tanggapi SBY, Jokowi: Sudah Lama Kita Bertarung dengan Hoax
INDUSTRY.co.id - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan situasi dan kondisi negara Indonesia saat ini. Sebab, juru fitnah dan informasi bohong berkuasa.
Ketua Umum Partai Demokrat itu menyebut, saling fitnah dan saling menyebar informasi bohong sesama anak bangsa terus terjadi. Sehingga, menimbulkan kondisi negara yang semakin carut-marut.
"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," tulis SBY, dalam akun twitternya di @SBYudhoyono, Jumat (20/1).
Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi santai menanggapi cuitan yang disampaikan SBY terkait merajalelanya juru fitnah dan penyebar berita hoax atau berita palsu.
"Saya kira sudah lama kita bertarung dengan hoax, kabar bohong. Kita harus mulai membangun budaya baru, membangun nilai kesopanan, kesantunan dalam kita berucap, ujaran-ujaran di media sosial," kata Jokowi, seperti dilansir Seskab.go.id, Jakarta, Senin (23/1).
Presiden menegaskan, di setiap kesempatan dirinya selalu menyampaikan pesan agar jangan menghasut, memfitnah, serta menyebarkan kabar bohong dan ujaran kebencian.
"Saya kira kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini ya seperti itu, kita hadapi. Karena semua negara juga menghadapi," tutur Jokowi.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya anggapan pemerintah yang menyebarkan berita hoax, Presiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya selalu membangun sebuah optimisme dalam bekerja. "Bekerja itu selalu mendorong masyarakat untuk bergerak lebih optimis," ujarnya.