Menpar Berharap Babel Segera Ditetapkan Sebagai KEK

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 14 April 2018 - 13:45 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pariwisata Tanjung Gunung dan Pesisir Timur Sungailiat di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), diharapakan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, hal ini lantaran Menteri Parwisata Arief Yahya meninjau persiapan kedua daerah tersebut dan diharapkan segera ditetapkan sebagai KEK Pariwisata seperti halnya KEK Tanjung Kelayang di Pulau Belitung.

“KEK Pariwisata Tanjung Gunung diharapkan dapat ditetapkan dalam waktu tiga bulan, seperti ‘saudaranya’ KEK Tanjung Kelayang di Belitung,” kata Menpar Arief Yahya, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id, Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pariwisata merupakan industri jasa yang paling mudah, murah, dan cepat serta berkelanjutan atau sustainable. Provinsi Babel dengan keunggulan lokasi yang memiliki leverage global berpeluang membuat terobosan yang berarti dengan melakukan transformasi tiga lapangan usaha utama tersebut.

“Penurunan kontribusi sektor pertambangan harus bisa digantikan sektor lain yang mengedepankan pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan, semisal pariwisata yang telah terbukti lebih murah, lebih cepat memberikan hasil dan telah menjadi penyumbang devisa nasional nomor dua,” kata Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dapat dipercepat dengan memanfaatkan kemudahan dan perlakuan khusus yang telah disediakan Pemerintah yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Melalui  sinergitas 3 KEK Pariwisata (Tanjung Kelayang, Tanjung Gunung, Pesisir Timur Sungailiat) yang didukung penuh para diaspora Babel, maka bisnis model KEK Pariwisata ini akan mempercepat transformasi struktur ekonomi Provinsi Babel ke arah struktur ekonomi modern,” ungkap Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, perkembangan struktur ekonomi Provinsi Babel dalam lima tahun terakhir (2012-2016) relatif stagnan dan tetap didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu perkebunan, kehutanan, dan perikanan (20.15 persen) diikuti oleh industri pengolahan (20.05 persen) dan pertambangan (11.05 persen).

Sektor pertambangan dan industri pengolahan justru menunjukkan penurunan, peran pertambangan dan galian turun dari 15.36 persen (tahun 2012) menjadi 11.89 persen (tahun 2016), diikuti industri pengolahan turun dari 24.33 persen menjadi 20.05 persen, sedangkan sektor transportasi dan akomodasi justru meningkat dari 5,66 persen (tahun 2012) menjadi 6.52 persen (tahun 2016).

“Babel harus melakukan transformasi ekonomi dari tambang ke pariwisata. Transformasi haruslah berawal dari _CEO commitment_ dan menerapkan _change agent_. _Wins the future_, _wins the game_. Bahwa  pemimpin harus mempunyai visi ke depan. Memenangkan peperangan, tanpa peperangan (Blue Ocean Strategy) juga lihai dalam perencanaan dan cerdas menangkap peluang,” kata Arief Yahya.

Gubernur Provinsi Babel  Erzaldi Rosman pada kesempatan tersebut mendorong para pelaku bisnis pariwisata segera mewujudkan bisnis model KEK Pariwisata.

“Yakinlah dengan pariwisata, Bangka Belitung akan semakin maju,” kata Erzaldi Rosman memberi semangat.  

Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi prioritas untuk dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ satu di antaranya di Tanjung Kelayang, Pulau Belitung, Provinsi Babel. Tanjung Kelayang dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia dengan mengandalkan potensi budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade).

 

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →