Mendaki Gunung Semeru, Hati-Hati Ada Jalur Pelintasan Macan Tutul

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 12 April 2018 - 16:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Lumajang - Sebelum mendaki Gunung Semeru, tentunya ada yang perlu diperhatikan maka dari itu, sebelum mendaki perlu ada pembekalan khusus untuk mengetahui situasi, kondisi ataupun perlengkapan apa saja yang harus dibawa selama perjalanan. Hal ini telah disampaikan Sahabat Volunteer Semeru atau SAVER, Sukaryo alias Cahyo.

Bersama dengan Forum Wartawan Pariwisata dari Jakarta, Industry.co.id mulai mendaki pada Sabtu (7/4/2018), sebelumnya Kami semua mengikuti pembekelan atau briefing di Aula Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Ranu Pane, Lumajang.

Adapun hal yang Ia sampaikan salah satunya yaitu untuk tidak disarankan melewati pos tiga jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur setelah pukul 18.00 WIB sore, karena menurutnya itu pada saat jam tersebut merupakan jalur pelintasan macan tutul.

"Menuju pos tiga, disarankan untuk tidak berjalan sendirian pada saat malam hari, karena jalur tersebut merupakan pelintasan macan tutul," kata Cahyo saat briefing sebelum kepada para pendaki sebelum memulai perjalanan.

Hal ini disampaikan lantaran menurut Cahyo dari pihak SAVER dan TNBTS pernah mendapat laporan bahwa pada tahun 2015, ada dua pendaki yang berpapasan langsung dengan macan tutu di jalur pendakian postiga.

"Tahun 2015 lalu ada kejadian, ada pendaki yang sedang jalan sendiri lalu Ia berpapasan dengan macan tutul. Jarak si pendaki dan macan tutul hanya 5 meter. Dengan jenis karnivora dewasa dengan panjang 10 hingga 12 sentimeter," jelasnya.

Dikutip dari situs resmi bromotenggersemeru.org, terdapat 18 jenis mamalia yang terdapat dalam kawasan TNBTS dan 14 jenis diantaranya memiliki nilai konservasi tinggi, antara lain Manis javanica, Macan Tutul Jawa (Panthera pardus), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Hystryx branchyura, Laricus sp.,dan Muntiacus muntjak.

Dari beberapa jenis tersebut di atas, Macan Tutul dan Lutung Jawa menjadi spesies yang diprioritaskan untuk diselamatkan keberadaannya. Pada pertengahan tahun 2016, trap camera yang dipasang oleh BBTNBTS berhasil menangkap gambar seekor Panthera pardus dengan lokasi di Gunung Kukusan, Resort PTN Coban Trisula, Seksi PTN Wilayah II, Bidang PTN Wilayah I.

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →