Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Lanjutkan Penguatan di Kisaran 6.153-6.215

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 06 April 2018 - 08:08 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan tren kenaikan pada kisaran 6.153-6.215 pada perdagangan Jumat (06/04/2018) ini.

“IHSG diprediksi bakal kembali menguat setelah kemarin ditutup pada posisi 6.183. Posisi IHSG pada penutupan kemarin itu sudah mendekati kisaran resistensi 6.184-6.198,” papar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Jumat (06/04/2018).

Reza mengemukakan, kenaikan IHSG yang terjadi pada perdagangan kemarin dinilai cukup positif karena didukung oleh peningkatan volume beli. Kendati demikian, kenaikan tersebut masih perlu diuji ketahanannya aga dapat melanjutan kenaikan berikutnya.

Reza menuturkan, secara psikologis, adanya asumsi bahwa pelemahan sejumlah bursa global mulai mereda, maka IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan dapat kembali menguat.

Meski demikian, menurut Reza, pelaku pasar diminta untuk mewaspadai aksi profit taking yang dapat membuat IHSG kembali melemah. Karena itu, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan ini, maka para pelaku pasar dapat mengakumulasi saham-saham pilihan mereka.

Sementara itu, Reza merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Wasita Karya Tbk (WSKT) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →