Menaker Apresiasi Langkah Pertamina Meningkatkan Kompetensi SDM

Oleh : Ridwan | Jumat, 20 Januari 2017 - 11:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Usai penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuat kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal harus segera ditingkatkan. Sebab dengan demikian Indonesia bisa menjadi negara yang berdaya saing, baik di level ASEAN maupun global.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan untuk mengantisipasi kompetisi global yang semakin ketat, dibutuhkan kemampuan dan kompetensi pekerja yang tepat.

Maka itu dia meminta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mempercepat proses sertifikasi untuk 120 ribu orang profesional pada tahun ini.

"Percepatan sertifikasi itu dengan melibatkan Lembaga sertifikasi profesi di seluruh Indonensia" ujar Hanif, melalui siaran persnya yang diterima INDUSTRY.co.id  Jumat 920//2017)  saat Gala Dinner dalam rangkaian acara Pertamina International Learning Conference (PILC) 2017, di Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta, Rabu (18/1/2017) malam.

Sayangnya, banyak perusahaan-perusahaan lokal yang enggan mendorong pekerjanya untuk meningkatkan kompetensi. Beberapa perusahaan masih melihat pengembangan pekerja sebagai biaya dan mengkhawatirkan naiknya permintaan kompensasi dari pekerja pascapeningkatan kompetensi.

Namun demikian, beberapa perusahaan lainnya mendukung upaya peningkatan kompetensi pekerja, salah satunya PT Pertamina (Persero). Perusahaan pelat merah di bidang minyak dan gas bumi ini telah meluncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertamina pada 2016, yang sekarang telah menerbitkan ratusan sertifikat kepada para profesional di sektor energi, khususnya pada aspek kelautan dan HSSE.

Sektor-sektor usaha termasuk BUMN dan swasta memang sangat diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kompetensi para para pekerja. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan termasuk sektor bisnis, kelompok think thank dan masyarakat pada umumnya dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →