Hari ini, IHSG Diprediksi Bergerak Naik pada Kisaran 6.125-6.220

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 02 April 2018 - 08:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal terkerek naik pada kisaran 6.125-6.220 akibat berlanjutnya peningkatan volume beli seiring dengan posisinya saat ini yang berada di area jenuh jual (oversold).

“IHSG pada akhir pekan lalu mampu meningkat 0,78% ke posisi 6.188. Jika IHSG menguat pada hari ini, maka itu akan membuka peluang untuk terus menguat seiring dengan peningkatan volume pembelian di tengah posisi IHSG yang masih oversold,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Senin (02/04/2018).

Reza mengemukakan, pergerakan IHSG pada akhir pekan lalu yang mampu melampaui target titik resistensi di kisaran 6.168-6.178 tersebut diperkirakan dapat terus mendorong indeks untuk menguat.

Akan tetapi, demikian Reza, penguatan IHSG hari ini masih harus diuji ketahanannya untuk mengantisipasi kondisi pasar pekan ini yang memasuki awal bulan baru. Karena itu, para pelaku pasar juga diminta untuk tetap mewaspadai aksi profit taking yang dapat menghambat kenaikan IHSG ke depan.

Karena itu, menurut Reza, adanya peluang berlanjutnya aksi beli pada perdagangan hari ini dapat direspon pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka.

Reza merekomendasi BELI terhadap saham-saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →