RI-Bangladesh Perkuat Kerja Sama Industri Kereta Api dan Pakan Ternak

Oleh : Ridwan | Selasa, 27 Maret 2018 - 18:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Indonesia dan Bangladesh memiliki hubungan bilateral yang sangat baik, terutama dalam hal penguatan kerja sama di bidang ekonomi khususnya sektor industri.

Ini terlihat dari nilai perdagangan kedua negara yang mengalami peningkatan, di mana tahun 2014 mencapai USD1,38 miliar dan menjadi USD1,65 miliar pada tahun 2017.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya terhadap Bangladesh yang telah mempercayai PT INKA untuk mendukung dalam pengembangan konektivitas Bangladesh. Perusahaan industri kereta api ini secara bertahap mengirimkan 400 gerbong kereta ke Bangladesh.

"Kerja sama antara PT. INKA dengan Kereta Api Bangladesh dalam pembelian gerbong kereta api sudah ditandatangani sejak tahun 2017. Hal ini akan menjadi tonggak sejarah berbagai peningkatan kerja sama kedua belah pihak untuk yang akan datang," ujar Airlangga pada acara Perayaan Hari Kemerdekaan ke-47 Bangladesh di Jakarta, Senin malam (26/3/2018)

Selain itu, Menperin menyampaikan, PT. Japfa Comfeed Indonesia berencana mendirikan pabrik baru di Bangladesh yang akan fokus menghasilkan produk pakan ternak.

Ini menandakan geliat industri nasional yang mampu berinvestasi dan melakukan ekspansi di luar negeri, sekaligus menunjukkan daya saingnya di tingkat global.

"Ke depannya, kerja sama ini akan diarahkan langsung untuk membentuk usaha bersama dalam komponen permesinan dan pemeliharaannya, serta kerja sama teknis atau peningkatan kapasitas tenaga kerja Bangladesh," tutur Airlangga.

Menperin meyakini, peluang kerja sama kedua negara masih sangat luas dan menjanjikan mengingat adanya potensi besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Bangladesh.

"Indonesia punya pasar yang besar dan tenaga kerja yang banyak. Pemerintah Indonesia juga terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan bagi para pelaku industri untuk menjalankan usaha," ujarnya.

Sementara itu,Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Azmal Kabir mengungkapkan, Pemerintah Bangladesh sangat senang bisa bermitra dengan Indonesia di segala bidang dan berharap hubungan bilateral ini akan semakin meningkat ke depannya.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah berkesempatan untuk mengunjungiBangladesh dan bertemu dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina. Menurutnya, selainmelakukan pertemuan bilateral, Jokowi juga menyambangi pengungsi Rohingya.

"Di sepanjang perjalanan, saat itu, masyarakat Cox's Bazar turut menyambut kedatangan Jokowi. Kedatangan Jokowi ke Cox's Bazar tersebut juga bersamaan dengan pemberian bantuan dari Indonesia berupa makanan dan obat-obatan," ungkapnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →