Daya Saing Industri Kaca Nasional Terus Tergerus

Oleh : Ridwan | Rabu, 14 Maret 2018 - 17:03 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Industri kaca lembaran dan pengaman nasional semakin di ujung tanduk. Tidak hanya itu, daya saing industri kaca lembaran dari tahun ke tahun terus tergerus.

Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan, ada beberapa hal yang membuat tergerusnya daya saing industri kaca nasional.

Pertama, persoalan harga gas industri yang hingga saat ini masih menjadi polemik untuk sebagian pengusaha dikarenakan harganya yang terlalu tinggi.

"Gas kita masih mahaljika dibandingkan dengan Malaysia, padahal Indonesia adalah salah satu produsen gasbterbesar di dunia, tapi ko kalah sama Malaysia," ujar Yustinus di Jakarta (14/3/2018).

Selain itu, lanjutnya, persoalan kedua adalah aturan yang diterapkan oleh pemerintah terkait dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, pemberlakuan SNI wajib menjadi hambatan daya saing industri kaca nasional.

Namun, ia menambahkan, pihaknya juga mendorong agar seluruh anggota bisa mengikuti SNI ini untuk bisa bersaing dengan produk impor yang semakin membanjiri pasar Indonesia.

"Akan tetapi, aturan SNI nya harus jelas, karena banyak sekali macam-macam kaca," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →